Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Deny : Pemkot Bandung Gagal Memanfaatkan Tata Ruang, Tiang dan Bentangan Kabel Merusak Estetika Kota

Selasa, 06 Desember 2022 | 20:51 WIB Last Updated 2022-12-06T13:51:16Z
Klik
Inilah Tiang-tiang tempat bergelantungan kabel-kabel di salah satu kawasan kota Bandung


BANDUNG, Faktabandungraya.com,--   Pengamat Tata Ruang,Deny Zaelani  menilai pemerintah kota Bandung telah gagal dalam memanfaatkan Tata Ruang. Hal ini terbukti, hampir  di setiap sudut Kota Bandung dihiasi dengan tiang tempat bergentanyangannya kabel-kabel optic telekomunukasi.


Tiang  yang dipenuhi bentangan kabel saling silang dan menumpuk terkesan kumpulan (reuni) , sangat  tidak sesuai bahkan merusak estetika kota. Bahkan bisa melumpuhkan ekonomi Kota Bandung jika terjadi force majeure yang berakibat putusnya kabel-kabel tersebut.

Hal ini dikatakan Deny Zaelani ketika dimintai tanggapannya terkait keberadaan tiang-tiang tempat bergentayangannya kabel-kabel, di hampir seluruh sudut kota Bandung.  

Ia menilai Pemerintah Kota Bandung telah gagal untuk memanfaatkan tata ruang sebagaimana mestinya. Padahal menurutnya, di Kota Bandung itu banyak pakar tata ruang yang bisa diajak untuk berkolaborasi untuk memanfaatkan disiplin ilmu yang dimilikinya.

“Semua itu kembali kepada niatan pimimpinannya (Wali Kota). Tata ruang ini artinya setiap ruang yang ada harus ditata, bukan malah dibiarkan berjalan apa adanya,” ungkap Deni kepada wartawan, Senin (5/12/2022).

Diungkapkanya, di dalam tata ruang itu ada berbagai disiplin ilmu, dan Kota Bandung memiliki segalanya. Namun yang diherankan Deni, semakin ke sini tata ruang di Kota Bandzung semakin tidak beraturan.

“Coba lihat, kabel-kabel semrawut dan mengganggu keamanan dan kenyamanan di jalan. Seharusnya kan pemerintah Kota Bandung memfasilitasi atau dengan kata lain menyediakan tempat (ducting) bagi kabel-kabel tersebut supaya aman dan tidak merusak pemandangan. Dan ini bagian dari tata ruang,” jelasnya.

“Ketika jaringan kabel itu terputus akan berimbas pada perbankan, telekomunikasi maupun yang lainnya dan ujung-ujungnya berpengaruh pada roda ekonomi,“ imbuhnya.

Bukan hanya itu, Deny pun menoroti pedestrian (trotoar) di Kota Bandung yang kini banyak yang beralih fungsi menjadi lahan untuk berjualan pedagang kaki lima (PKL).

“Coba lihat sekarang kondisi pedestrian banyak yang sudah beralih fungsi menjadi sarana untuk PKL berjualan. Ini kan sudah merampas hak para pejalan kaki. Jadi sekali lagi saya tegaskan kalau pemerintah Kota Bandung telah gagal memanfaatkan tata ruang sebagaimana mestinya,” tegasnya.

“Jadi kalau memilih pemimpin (wali kota) itu haruslah yang mencintai atau rasa memiliki daerahnya. Jadi hal sekecil apap pun pasti akan diperhatikan,”pungkasnya. (*).

×
Berita Terbaru Update