Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Wilayah CIAYUMAJAKUNING Masih Butuh 10.000 Satuan Sambungan Listrik

Kamis, 23 Februari 2023 | 10:31 WIB Last Updated 2023-02-23T17:21:26Z
Klik
Drs.H. Daddy Rohanady (Anggota Komisi IV/ Wk Ketua Fraksi Partai Gerindra


 
CIREBON, Faktabandungraya.com,--- Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu pemasok aliran listrik nasional, karena ada waduk dan bendungan yang dapat menghasilkan listrik seperti, waduk Saguling dan Waduk Jatiluhur yang dapat menghasilkan ratusan ribu megawatt. Namun, sungguh ironis, ternyata masih ada sekitar 25ribuan warga Jabar kurang mampu, hingga kini belum dapat menikmati pasokan aliran listrik.


Menurut Anggota Komisi IV DPRD Jabar, Drs.H. Daddy Rohanady,  masih adanya ribuan warga Jabar yang belum mendapat pasokan listrik tentunya menjadi perhatian pemerintah, terutama pemerintah provinsi Jabar.


“Masalah elektrikasi bagi warga kurang mampu, sebenarnya sudah cukup sering dibahas Komisi IV DPRD Jabar dengan Dinas   Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jabar.  Namun, walaupun DPRD Jabar melalui Komisi IV sudah mendorong penambahan alokasi anggaran untuk Dinas ESDM agar mampu menyerlesaikan masalah Elektrika, tetapi kurang mendapat respon, bahkan anggaran untuk kelistrikan selalu dipotong”, kata Daro sapaan Daddy Rohanady saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Kamis (23/02/2022).


Bahkan untuk Kantor Cabang Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (Cabdin ESDM) Wilayah Pelayanan VII memiliki coverage area yang cukup luas wilayahnya, yang mencakup Ciayumajakuning (Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu, dan Kabupaten Kuningan), ternyata masih terdapat sekitar 10.000 satuan sambungan (SS) Listrik  atau masih ada rumah warga yang belum dapat menikmati pasokan aliran listrik.


Belum terpenuhinya 10.000 SS tersebut, kendala utamanya masalah anggaran ditambah lagi luasnya area pelayanan Cabdin ESDM Wilayah Pelayanan VII Ciayumajakuning. 


Untuk itu, dalam menyelesaikan masalah 10.000 SS di wilayah Ciayumajakuning tetunya tidak bisa diselesaikan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi dengan banyak pihak," ujar Legislator Jabar dari Dapil Jabar XII (Kab/kota Cirebon-Kab Indramau) ini. 


Daddy menyatakan bahwa pelayanan pasti tidak maksimal karena masih banyak hal yang harus dipenuhi, selain masalah dukungan anggaran. Di Cabdin ESDM Wilayah VII masih ada ruangan 2x3 meter yang dihuni 7 orang pegawai. Bagaimana mungkin dengan kondisi seperti itu akan memberikan pelayanan prima?


Sempat ada lahan provinsi yang dianggap sesuai untuk Kantor Cabdin ESDM Wilayah VII. Bahkan, kala itu sudah dibuatkan detail engineering desain (DED). Namun, lahan tersebut justru dipakai UPTD dinas lain. 


Kantor Cabdin ESDM Wilayah VII sampai saat ini masih menumpang


Lahan kantor yang ditempati sekarang ini adalah lahan milik Pemerintah Kabupaten Cirebon. Mungkin hal itu tidak jadi masalah selama Kabupaten Cirebon belum menggunakannya. Namun, alangkah ironisnya, sebuah cabang dinas sekelsa provinsi masih seperti itu.


Dukungan anggaran per tahun untuk Cabdin Wilayah VII sebenarnya tidak berbeda dengan cabdin lainnya. Mereka masih menngalami "nasakom" (nasib satu koma). Artinya setiap tahun mereka hanya mendapat alokasi anggaran sebesar satu miliar koma sekian. 


Tahun ini, mereka mayoritas menjadi "dukomsel" (dua miliar koma selalu), atau paling banter menjadi "dukati" (dua kana tilu miliar). Karena begitu kecilnya anggaran yang ada, tidak aneh jika serapan Anggaran tahun 2022 adalah sebesar 99,96%. Ini wajar saja karena anggaran mereka hanya Rp 1,618 miliar.


Masih menurut Daddy, "Untuk energi baru terbarukan (EBT) di Wilayah Cabdin VII terealisasi 72,408% atau menjadi 304% dari target 23,81%. Angka tersebut jauh melampaui target dalam Perda Nomor 2 Tahun 2019 tentang Rencana Umum Energi Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2018-2050 yang mengamanatkan target 23% pada tahun 2025."


"Pada tahun anggaran 2023 ada alokasi anggaran sebesar Rp 3,037 miliar. Dengan anggaran sebesar itu, mereka harus menyelesaikan 10.000 SS tersisa. Belum lagi, mereka juga harus melakukan pembinaan, pengawasan, dan pengendalian di bidang air tanah, pertambangan, serta ketenagalistrikan se-Ciayumajakuning. Semoga semua tupoksi Cabdin Wilayah VII dapat tercapai dengan baik," pungkas Wakil Ketua Fraksi Gerindra ini. (AdiP/daro/ahw).



×
Berita Terbaru Update