Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dianggap Gagal, Ormas MGP Desak Yuddy Renaldi Mundur dari Dirut bank bjb

Kamis, 02 Maret 2023 | 18:24 WIB Last Updated 2023-03-02T11:24:36Z
Klik
Gedung Bank bjb ( foto:ist).



BANDUNG,-- Organisasi Kemasayarakatan (Ormas) Manggala Garuda Putih (MGP) melalui Kepala Biro Investigasi Agus Satria mendesak mundur Yuddy Renaldi  sebagai Direktur Utama (Dirut) bank Jabar Banten (bjb) akibat dari sejumlah kasus kriminal yang terjadi dalam tubuh BUMD Jabar itu. Kamis (2/3/2023).

Agus mengungkapkan belakangan terkuak sejumlah kasus bank bjb diantaranya pembobolan brankas di KCP Pangandaran yang nilainya mencapai Rp.20,6 miliar, pembobolan rekening, kredit fiktif di KCP Subang dan Indramayu, tabungan beku dan sejumlah kasus lainnya.

“Sejumlah kasus kriminal di bank bjb terungkap, mulai dari pembobolan brankas yang nilainya mencapai puluhan miliar, kredit fiktif, tabungan beku dan sejumlah kasus lainnya yang dilakukan oknum karyawan bank bjb. Ini menunjukkan gagalnya Yuddy sebagai dirut bjb dalam mengawasi dan membina bawahannya,” ungkap Agus Satria, kepada awak media,Kamis (2/3/2023).

Untuk itu, Kabiro Investigas MGP ini meminta dengan tegas agar Yuddy Renaldi mundur dari jabatannya sebagai Dirut Bank bjb. 

“Kami meminta agar Dirut bank bjb dan jajarannya segera mundur, dengan begitu rasa nyaman dan aman kami sebagai nasabah bisa terjaga,” tegasnya.

Sementara terkait kasus kriminal yang dilakukan oleh oknum bank bjb, Agus meminta agar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar segera turun tangan melakukan penyelidikan.

“Kami mendapat bocoran kalau Kajati akan segera melakukan penyelidikan atas sejumlah kasus yang terjadi di bank bjb. Tapi kalau tidak ada realisasi, kami akan menggelar aksi besar-besaran di depan Kajati bila perlu kita akan ke KPK-RI,” ujarnya.

Langkah tersebut lanjut Agus Satria, akan dilakukan MGP untuk kepentingan nasabah bank bjb yang notabene masyarakat Jawa Barat.

“Sebagai nasabah dan warga Jabar, kami gak mau kalau uang yang kami simpan di bjb diselewengkan oleh segelintir oknum karyawan maupun pejabat demi memperkaya diri,” ungkapnya. (*).

×
Berita Terbaru Update