Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Syamsul : Komisi II Dorong Percepatan Pemulihan Perekonomian Masyarakat dengan Memaksimalkan Sektor Kepariwisataan

Kamis, 23 Maret 2023 | 00:47 WIB Last Updated 2023-03-22T17:54:11Z
Klik
Anggota Komisi II DPRD Jabar H. Syamsul Bachri, SH, MBA dari Fraksi PDIP (foto:ist).



BANDUNG, Faktabandungraya.com,-- DPRD Jawa Barat melalui Komisi II yang membidangi perekonomian dan kepariwisataan terus mendorong percepatan pemulihan ekonomi masyarakat memasuki era endemic caovid-19.


Menurut Anggota Komisi II DPRD Jabar H. Syamsul Bachri, SH, MBA bahwa, selama Pandemi Covid-19, sector kepariwisataan mengalami guncangan luar biasa, bahkan tidak sedikit pelaku usaha pariwisata mengalami gulung tikar.

Dengan terguncangnya sector kepariwisataan tentu sangat berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat, terutama yang mengandalkan usahanya sector kepariwisataan.  Terutama para pelaku UMKM yang memperoduksi makanan-minuman, souvenir  dan warung-warung diseputar objek wisata.

Untuk itu, agar perekonomian masyarakat kembali menggeliat, tentunya kita dari Komisi II DPRD Jabar, yang salah satunya membidangi Kepariwisataan, akan terus mendorong pemerintah provinsi maupun Kabuapetn /kota se Jabar untuk melakukan trobosan dan inovasi agar dapat memaksimalkan sector kepariwisataan.

Demikian dikatakan Syamsul Bachri saat dimintai tanggapannya terkait masih  kurang maksimalnya sector pariwisata di Jabar dalam menggeliatkan perekonomian masyarakat, Selasa (21/03/2023).

  “Pembangunan pariwisata adalah tempat untuk membuka peluang usaha sekaligus mampu menghadapi tantangan kehidupan lokal, nasional, dan global. Maka kuncinya menurut saya adalah industri pariwisata. Kita membangun untuk jangka panjang. Ini adalah sebuah kesempatan,” ujar H. Syamsul dari Dapil Jabar XII (Kab/kota Cirebon-Kab Indramayu)ini.

Politisi PDIP Jabar ini mencontohkan, pariwisata di Provinsi Bali yang sudah masuk level internasional. Dengan segala potensi yang ada Jawa Barat juga bisa melakukan hal serupa, namun dengan kesiapan infrastruktur , sumber daya manusia dan Sarana-Prasarana harus diperbaiki.

“Kita mempunyai kekuatan yang sangat besar. Ada manufaktur, sektor perdagangan, dan lain-lain. Tapi masih ada pekerjaan rumah untuk membangun pariwisata Jawa Barat menjadi lebih baik, salah satunya pengembangan SDM,” terang Syamsul.

Lebih lanjut Syamsul mengatakan, dalam mengembangkan pariwisata Desa, Provinsi Jabar telah memiliki Perda No 2 tahun 2022 tentang Desa Wisata. Untuk itu, Komisi II DPRD Jabar yang salah satunya membidangi Kepariwisataan, tetunya sangat mendorong agar desa-desa di Jabar yang memiliki potensi wisata didorong agar menjadi Desa Wisata.

Dalam kurun waktu 2 tahun ini, sudah banyak desa-desa di Jabar dikembangkan menjadi Desa Wisata. Namun  dalam mengembangkan desa menjadi desa wisata tentunya  perlu kajian dan ada dilakukan pemetaan, desa mana saja yang memiliki potensi untuk dikembangkan  menjadi desa wisata.

Untuk mendorong menjadi desa wisata tentunya perlu bantuan dari pemerintah daerah dan provinsi.  Namun, tidak semua desa wisata dan desa wisata rintisan terus menerus diberikan bantuan oleh pemerintah, terutama desa wisata mandiri, tidak perlu lagi dibantu. 

“Desa Wisata Mandiri tidak perlu dibantu Pemerintah tetapi perlu dilakukan evaluasi agar desa tersebut terus berkembang dan perekonomian rakyat semakin baik, tandasnya. (ApiP/sein).

×
Berita Terbaru Update