![]() |
| Pusat Pelayanan Pemberdayaan Perempuan Kel. Cibangkong Kec.Batununggal |
Farhan menilai, Kelurahan Cibangkong
memiliki sejumlah titik potensial yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi
pengolahan sampah, di antaranya di RW 11, RW 6, RW 3, dan RW 2. Menurutnya,
pendataan matrikulasi lahan menjadi langkah penting agar perencanaan
pengelolaan sampah dapat dilakukan secara terukur dan berkelanjutan.
“Kita perlu data matrikulasi. Jangan
sampai ada kelurahan lain di sekitar sini yang sama sekali tidak punya lahan.
Kalau bisa diarahkan ke sini, asalkan pengolahannya benar dan terkelola dengan
baik,” ujar Farhan.
Ia menjelaskan, konsep pengolahan
sampah berbasis kewilayahan ini tidak hanya ditujukan untuk kepentingan satu
kelurahan, melainkan juga dapat menampung sampah dari kelurahan lain yang
memiliki keterbatasan lahan, dengan catatan pengelolaannya memenuhi standar
lingkungan.
RW 3 Dinilai Paling Potensial
Sementara itu, Lurah Cibangkong, Desi
Wulandari, mengungkapkan bahwa perhatian Wali Kota Bandung juga tertuju pada
kawasan Buruan Sae di RW 3. Setelah meninjau langsung ke lokasi, Farhan menilai
lahan tersebut cukup luas dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai
lokasi pengolahan sampah, baik skala kelurahan maupun lintas wilayah.
“Pak Wali melihat langsung ke lokasi
Buruan Sae dan tertarik karena lahannya besar. Ke depan direncanakan sampah
dari kelurahan lain juga bisa diolah di RW 3 ini,” kata Desi.
Desi menambahkan, saat ini Kelurahan
Cibangkong sudah memiliki empat RW yang menerapkan konsep Kawasan Bebas Sampah
(KBS), yakni RW 1, RW 2, RW 8, dan RW 11 dari total 13 RW yang ada.
“Empat RW tersebut sudah menjalankan pengelolaan sampah berbasis sumber,” ungkapnya.
![]() |
| Kel Cibangkong sukses melaksanakan buruan Sae |
Warga Mulai Kelola Sampah Mandiri
Terkait program Gerakan Sampah Lokal
(Gaslah), Desi menyebut pihak kelurahan telah mengajukan kebutuhan petugas
pendukung. Sementara itu, untuk pemilahan sampah, warga di RW yang telah
berstatus KBS mulai membiasakan diri memilah sampah dari rumah dan mengolahnya
secara mandiri.
“Masyarakat sudah swadaya, bahkan ada
yang membuat batu terawang sendiri sebagai bagian dari proses pengolahan
sampah,” tuturnya.
Pemerintah Kota Bandung berharap,
penguatan pengelolaan sampah berbasis kewilayahan di Kelurahan Cibangkong dapat
menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengatasi persoalan sampah secara
kolaboratif dan berkelanjutan. (*/red)

