![]() |
| Usai pimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah 2026, Farhan potong tumpeng |
Upacara dipimpin Asisten
Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Asep Cucu Cahyadi yang mewakili Wali
Kota Muhammad Farhan. Dalam sambutannya, Asep menekankan bahwa otonomi daerah
merupakan instrumen strategis untuk mendorong kemandirian dan inovasi
pemerintah daerah.
“Otonomi daerah harus menjadi
momentum untuk memperkuat pelayanan serta menghadirkan terobosan bagi
masyarakat,” ujarnya.
Ia juga membacakan sambutan Menteri
Dalam Negeri yang menegaskan pentingnya otonomi daerah dalam mempercepat
pemerataan pembangunan, meningkatkan kualitas layanan publik, dan mendorong
kesejahteraan masyarakat.
Meski demikian, sejumlah tantangan
masih dihadapi, seperti belum optimalnya integrasi perencanaan dan
penganggaran, reformasi birokrasi yang belum maksimal, serta ketergantungan
fiskal daerah terhadap pemerintah pusat.
Pemkot Bandung menilai sinergi pusat dan daerah, serta kolaborasi antarwilayah, menjadi kunci dalam menjawab berbagai isu strategis, mulai dari transportasi, lingkungan, hingga pengelolaan sampah.

Farhan pimpin upacara peringatan Hari Otonomi Daerah di Balai Kota Bandung
Ke depan, pemerintah daerah
didorong untuk fokus pada layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan
perlindungan sosial, serta memperkuat reformasi birokrasi berbasis digital dan
pengembangan ekonomi melalui dukungan terhadap UMKM.
Melalui momentum ini, Pemkot
Bandung menegaskan komitmennya untuk menjalankan pemerintahan yang efektif,
efisien, dan berdampak nyata bagi masyarakat. (rob/red).
