Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli,
menyatakan bahwa pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia telah membuka
peluang kerja baru yang semakin luas. Ruang digital kini tidak hanya menjadi
sarana transaksi, tetapi juga berkembang menjadi ekosistem penciptaan
penghasilan, mulai dari kreator konten, live streamer, hingga pelaku usaha
berbasis digital.
“Peluang ini harus diimbangi dengan
kesiapan keterampilan yang memadai agar masyarakat mampu bersaing dan
berkembang,” ujar Yassierli dalam peluncuran program di Jakarta.
Program BISA Bareng TikTok diikuti
sekitar 1.400 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk instruktur
pelatihan, pelaku UMKM, hingga pencari kerja. Pelatihan mencakup materi praktis
seperti live streaming dan pengembangan konten berbasis commerce, dengan
pendekatan workshop langsung agar peserta dapat segera mengaplikasikan ilmunya.
Kemnaker juga menyiapkan skema
training of trainers (ToT), di mana para instruktur yang telah dilatih akan
menjadi pelatih di berbagai balai pelatihan kerja. Langkah ini diharapkan mampu
memperluas jangkauan program sekaligus mencetak hingga 100.000 alumni dalam
satu tahun.
Menaker Yassierli selfi bersama jajaran dan pihak Tik Tok
Kemnaker menilai kolaborasi dengan
platform digital menjadi kunci dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang
inklusif. Melalui sinergi ini, pemerintah berharap Indonesia tidak hanya
menjadi pasar digital terbesar di kawasan, tetapi juga memiliki tenaga kerja
yang kompeten, kreatif, dan berdaya saing tinggi. (*/red).
