Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kemnaker Gandeng TikTok, Perkuat Keterampilan Digital dan Ciptakan Peluang Kerja Baru

Kamis, 16 April 2026 | 22:18 WIB Last Updated 2026-04-16T15:18:25Z
Klik
Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat pengembangan talenta ekonomi digital melalui kolaborasi dengan TikTok Indonesia dalam program Belajar dan Implementasi Skill Adaptif Bareng TikTok (BISA Bareng TikTok)



JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat pengembangan talenta ekonomi digital melalui kolaborasi dengan TikTok Indonesia dalam program Belajar dan Implementasi Skill Adaptif Bareng TikTok (BISA Bareng TikTok). Program ini difokuskan pada peningkatan keterampilan (upskill) dan alih keterampilan (reskill) tenaga kerja agar lebih adaptif menghadapi perubahan di era digital.

Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menyatakan bahwa pesatnya pertumbuhan ekonomi digital Indonesia telah membuka peluang kerja baru yang semakin luas. Ruang digital kini tidak hanya menjadi sarana transaksi, tetapi juga berkembang menjadi ekosistem penciptaan penghasilan, mulai dari kreator konten, live streamer, hingga pelaku usaha berbasis digital.

“Peluang ini harus diimbangi dengan kesiapan keterampilan yang memadai agar masyarakat mampu bersaing dan berkembang,” ujar Yassierli dalam peluncuran program di Jakarta.

Program BISA Bareng TikTok diikuti sekitar 1.400 peserta dari berbagai latar belakang, termasuk instruktur pelatihan, pelaku UMKM, hingga pencari kerja. Pelatihan mencakup materi praktis seperti live streaming dan pengembangan konten berbasis commerce, dengan pendekatan workshop langsung agar peserta dapat segera mengaplikasikan ilmunya.

Menaker Yassierli selfi bersama jajaran dan pihak Tik Tok

 


Kemnaker juga menyiapkan skema training of trainers (ToT), di mana para instruktur yang telah dilatih akan menjadi pelatih di berbagai balai pelatihan kerja. Langkah ini diharapkan mampu memperluas jangkauan program sekaligus mencetak hingga 100.000 alumni dalam satu tahun.

Kemnaker menilai kolaborasi dengan platform digital menjadi kunci dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang inklusif. Melalui sinergi ini, pemerintah berharap Indonesia tidak hanya menjadi pasar digital terbesar di kawasan, tetapi juga memiliki tenaga kerja yang kompeten, kreatif, dan berdaya saing tinggi. (*/red).

×
Berita Terbaru Update