![]() |
| Komisi V DPRD Jabar raker dgn KCD Pendidikan Wilayah X (Cirebon) terkait Status Lahan 33 SMA/SMK di Cirebon |
Kondisi ini menjadi sorotan Anggota
Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, George Edwin Sugiharto, saat melakukan
kunjungan kerja ke KCD Pendidikan Wilayah X di Kota Cirebon, Rabu (29/4/2025).
George menegaskan, permasalahan ini
harus segera ditangani melalui langkah strategis dan koordinasi lintas pihak.
Menurutnya, status lahan yang masih sewa tidak hanya membebani anggaran
pemerintah provinsi, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan di masa
depan.
“Kami melihat masih ada 33 SMA dan
SMK yang lahannya milik desa, sehingga provinsi masih harus mengeluarkan biaya
sewa. Kami di Komisi V akan segera menindaklanjuti dan berkoordinasi dengan
Komisi I untuk mencari solusi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu opsi
yang tengah didorong adalah mekanisme rislah atau tukar guling lahan antara pemerintah
desa dan pemerintah provinsi. Langkah ini diharapkan dapat memberikan kepastian
hukum sekaligus efisiensi anggaran.
Selain persoalan lahan, George juga
menyoroti kesiapan implementasi Program Sekolah Maung (Manusia Unggul), yang
menjadi salah satu inisiatif baru di Jawa Barat. Ia menekankan pentingnya
pematangan konsep sebelum program tersebut diluncurkan secara luas.
Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, George Edwin Sugiharto
“Sekolah Maung ini program baru,
sehingga perlu pembahasan yang mendalam bersama Dinas Pendidikan agar seluruh
aspek persiapan benar-benar matang,” katanya.
Menurutnya, koordinasi intensif
dengan pemangku kepentingan menjadi kunci agar program tersebut dapat berjalan
optimal dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan di
daerah.
Komisi V DPRD Jawa Barat, lanjut
George, berkomitmen untuk terus mengawal penyelesaian persoalan lahan sekaligus
memastikan setiap program pendidikan yang dirancang pemerintah dapat
terealisasi dengan baik dan tepat sasaran. (*/red).
