Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pemkot Bandung Kembangkan BSM Pro, Perkuat Perencanaan Tata Ruang Berbasis Data

Kamis, 16 April 2026 | 23:14 WIB Last Updated 2026-04-16T16:14:21Z
Klik
Pemerintah Kota Bandung terus mendorong inovasi digital dalam perencanaan tata ruang melalui pengembangan platform Bandung Smart Map (BSM) Pro.



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pemerintah Kota Bandung terus mendorong inovasi digital dalam perencanaan tata ruang melalui pengembangan platform Bandung Smart Map (BSM) Pro. Sistem berbasis data geospasial ini dikembangkan oleh Dinas Cipta Karya, Bina Konstruksi, dan Tata Ruang (Diciptabintar) sebagai upaya menghadirkan perencanaan kota yang lebih akurat dan terintegrasi.

Kepala Bidang Tata Ruang Diciptabintar, Deni Pathudin, menjelaskan bahwa BSM Pro merupakan pengembangan dari sistem yang telah digunakan sejak 2017. Platform ini berevolusi dari BSM hingga BSM Plus, dan kini hadir dengan fitur yang lebih komprehensif.

“BSM Pro dirancang untuk mempermudah akses informasi spasial, mulai dari zonasi wilayah hingga potensi lahan,” ujarnya dalam talkshow di Radio Sonata, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, kehadiran BSM Pro tidak hanya bermanfaat bagi pemerintah, tetapi juga masyarakat luas. Platform ini dapat dimanfaatkan sebagai referensi tata ruang, termasuk bagi investor dalam menentukan lokasi pembangunan maupun masyarakat yang membutuhkan informasi zonasi wilayah.

Meski demikian, pengembangan sistem ini menghadapi sejumlah tantangan. Perubahan fisik kota yang berlangsung cepat, seperti pembangunan gedung dan alih fungsi lahan, kerap tidak sejalan dengan kecepatan pembaruan data. Selain itu, integrasi data antarinstansi juga masih terkendala perbedaan format dan koordinasi lintas sektor.

Di sisi lain, kesenjangan literasi digital di tingkat kewilayahan turut menjadi perhatian. Pengoperasian sistem geospasial membutuhkan keahlian khusus yang belum merata di tingkat kecamatan dan kelurahan.

Kawasan komersil di kawasan alun-alun Bandung


Untuk mengatasi hal tersebut, Diciptabintar terus melakukan sosialisasi dan roadshow ke berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna meningkatkan kapasitas sumber daya manusia serta mendorong integrasi data.

Ke depan, Pemkot Bandung menargetkan seluruh data spasial dapat terintegrasi dalam satu sistem melalui kebijakan “satu peta” kota. Dalam pengembangannya, platform ini juga melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi dari Institut Teknologi Bandung serta partisipasi masyarakat.

Melalui BSM Pro, Pemkot Bandung berharap perencanaan tata ruang dapat dilakukan secara lebih transparan, partisipatif, dan berbasis data, guna mendukung pembangunan kota yang berkelanjutan. ((ziz/son/red).

×
Berita Terbaru Update