Hal tersebut disampaikannya saat
menjadi narasumber dalam kegiatan Halalbihalal DPD Forum Pengelola Lembaga
Kursus dan Pelatihan (PLKP) bertajuk “Sinergi Visioner Membangun Ekosistem LPK
Kota Bandung yang Adaptif di Era 5.0”, yang digelar di Graha Merah Putih Telkom
Indonesia, Rabu (22/4/2026).
Kegiatan ini turut dihadiri Wali
Kota Bandung Muhammad Farhan, Pendiri Ganesha Operation Bob Foster, serta
perwakilan Telkom Indonesia.
alam pemaparannya, Rizal mengangkat
tema “Peran Strategis Legislatif Dalam Mewujudkan SDM Kompeten 2026”. Ia
menyampaikan apresiasi terhadap keberadaan lembaga pendidikan nonformal yang
dinilai mampu menjadi solusi dalam menekan angka pengangguran, sekaligus
menjembatani kesenjangan antara dunia pendidikan formal dan kebutuhan industri.
“Seperti yang disampaikan Wali
Kota, tingkat pengangguran di Kota Bandung cukup mengkhawatirkan. Karena itu,
kami mendorong LKP agar semakin dikenal, mudah diakses, dan dekat dengan
masyarakat. Pendidikan nonformal adalah jalur tercepat dan fleksibel dalam
menjawab tantangan tersebut,” ujarnya.
Menurut Rizal, penguatan akses dan
kualitas layanan LKP akan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat,
terutama dalam meningkatkan keterampilan kerja yang relevan dengan kebutuhan
industri. Ia menilai, kehadiran LKP yang semakin dekat dengan masyarakat akan
memperluas peluang peningkatan kompetensi secara merata.
Lebih lanjut, ia menegaskan
komitmen DPRD Kota Bandung dalam mendukung pengembangan pendidikan vokasi
melalui peran legislasi dan penganggaran. Dukungan tersebut diarahkan untuk
memastikan tersedianya regulasi yang berpihak serta alokasi anggaran yang
memadai dalam mencetak SDM yang mandiri dan berdaya saing global.
“Dengan kehadiran yang lebih dekat
di masyarakat, LKP akan semakin tumbuh dan berkembang. Ini menjadi kunci dalam
meningkatkan kualitas SDM yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan
kebutuhan dunia kerja,” katanya.
Melalui sinergi antara pemerintah,
legislatif, dan pelaku pendidikan nonformal, diharapkan ekosistem pelatihan dan
kursus di Kota Bandung dapat semakin adaptif serta mampu menjawab tantangan era
transformasi digital dan industri masa depan. (Rio/red).
