Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dinsos Bandung Perkuat Rehabilitasi Sosial dan Rumah Singgah untuk Penanganan PMKS

Jumat, 08 Mei 2026 | 15:46 WIB Last Updated 2026-05-08T08:46:17Z
Klik
Dinsos Kota Bandung saat melakukan razia PMKS

 
BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung terus memperkuat penanganan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) melalui program rehabilitasi sosial yang terintegrasi, mulai dari asesmen hingga pemulihan sosial.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Bandung, Irvan Alamsyah dalam Sonata Talkshow, Kamis (7/5/2026).

Irvan mengatakan, penanganan PMKS dilakukan melalui berbagai tahapan, mulai dari penjangkauan, asesmen, hingga pemberian layanan sosial bagi kelompok rentan seperti anak, keluarga, dan penyandang disabilitas.

“Kalau di bidang rehabilitasi sosial, program utama kami tentu asesmen dan penyaluran sosial. Selain itu ada bimbingan sosial untuk keluarga, anak, hingga penyandang disabilitas,” ujar Irvan.

Dalam pelaksanaannya, Dinsos Kota Bandung didukung oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rumah Singgah yang menjadi tempat penanganan sementara bagi PMKS hasil penjangkauan gabungan lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Penjangkauan tersebut melibatkan Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, aparat kewilayahan, hingga unsur lainnya sebagai bagian dari upaya penataan dan beautifikasi Kota Bandung.

Di rumah singgah, para PMKS mendapatkan berbagai layanan dasar seperti sandang, pangan, layanan kesehatan, obat-obatan, administrasi kependudukan, pendidikan anak, hingga rujukan lanjutan sesuai kebutuhan masing-masing.

Selain layanan dasar, Dinsos Kota Bandung juga sempat menjalankan program bimbingan fisik dan mental (Bintalsik) bekerja sama dengan Kodim. Program itu diperuntukkan bagi PMKS hasil penjangkauan yang menjalani pembinaan selama 14 hari di rumah singgah.

Irvan menambahkan, perhatian terhadap penyandang disabilitas juga terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Saat ini, Dinsos tengah mengembangkan kajian daycare inklusif bagi penyandang disabilitas sesuai arahan Wali Kota Bandung.

Irvan Alamsyah Kabid Rahabilitasi Sosial Dinsos Kota Bandung



Program tersebut melibatkan berbagai unsur masyarakat seperti Rehabilitasi Bersumber Daya Masyarakat (RBM), relawan sosial, PKK, Karang Taruna, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), hingga aparat kewilayahan.

Menurut Irvan, salah satu tantangan terbesar dalam penanganan penyandang disabilitas adalah masih adanya keluarga yang menutupi kondisi anggota keluarganya sehingga penanganan sering terlambat dilakukan.

“Masih ada yang di-hide oleh keluarga. Padahal deteksi dini itu penting supaya penanganannya tepat,” katanya.

Ia mencontohkan, sejumlah warga yang sebelumnya dianggap mengalami gangguan jiwa ternyata setelah diperiksa tenaga kesehatan dan psikolog merupakan penyandang disabilitas mental yang membutuhkan penanganan khusus.

Karena itu, penanganan dilakukan secara bertahap mulai dari respons kasus, pemeriksaan medis, layanan psikologis, hingga pendampingan terhadap keluarga dan lingkungan sosial.

Meski fasilitas rumah singgah saat ini masih memiliki keterbatasan, terutama dalam penanganan penyandang disabilitas yang membutuhkan treatment khusus, Dinsos Kota Bandung memastikan kolaborasi dengan pemerintah provinsi, komunitas, dan berbagai elemen masyarakat terus diperkuat agar layanan rehabilitasi sosial semakin optimal. (son/red).

×
Berita Terbaru Update