Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

DKPP Kota Bandung Perketat Pemeriksaan Hewan Kurban Jelang Iduladha 1447 Hijriah

Sabtu, 23 Mei 2026 | 21:16 WIB Last Updated 2026-05-23T14:16:39Z
Klik
Petugas kesehatan i DKPP Kota Bandung sedang emeriksa kesehatan Hewan Kurban



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bandung memastikan pengawasan kesehatan hewan kurban dilakukan secara ketat guna menjamin keamanan dan kelayakan hewan yang akan dikonsumsi masyarakat.

Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan, pemeriksaan hewan kurban dilakukan melalui dua tahapan, yakni pemeriksaan antemortem dan post-mortem.

Pemeriksaan antemortem dilakukan saat hewan masih hidup untuk memastikan kondisi kesehatannya sebelum disembelih. Sementara pemeriksaan post-mortem dilakukan setelah penyembelihan dengan memeriksa bagian kepala, daging, hingga organ dalam hewan.

“Pemeriksaan post-mortem dilakukan lebih detail untuk memastikan tidak ada penyakit yang berpotensi menular kepada manusia,” ujar Gin Gin dalam Talkshow Sonata bertema “Kurban Aman dan Sehat: Apa Saja yang Harus Disiapkan?”, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, apabila ditemukan bagian organ yang terindikasi mengalami gangguan kesehatan atau penyakit tertentu, bagian tersebut akan dipisahkan dan tidak disarankan untuk dikonsumsi maupun didistribusikan.

DKPP Kota Bandung juga menurunkan tim pemantau ke berbagai lokasi pemotongan hewan kurban selama Iduladha berlangsung. Pengawasan dilakukan mulai dua minggu sebelum hari raya hingga beberapa hari setelah penyembelihan.

Gin Gin menjelaskan, salah satu fokus pengawasan adalah mengantisipasi penyakit zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia, seperti antraks dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Meski Kota Bandung masuk kategori wilayah waspada karena tingginya lalu lintas hewan, ia memastikan hingga saat ini kondisi masih aman dari kasus penyakit menular yang membahayakan.

“Kami terus melakukan pemantauan secara intensif dan sejauh ini Kota Bandung masih aman dari kasus zoonosis yang mengkhawatirkan,” katanya.

Sebagai penanda hewan yang telah lolos pemeriksaan kesehatan, DKPP memberikan kalung khusus pada hewan kurban sehat dan layak. Masyarakat juga dapat memindai barcode pada kalung tersebut untuk memastikan status kesehatan hewan.

Sapi-sapi telah dinyatakan sehat dan layak jadi Hewan Kuran


Selain pengawasan kesehatan, DKPP juga memberikan pelatihan pemotongan halal kepada panitia kurban dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di berbagai wilayah Kota Bandung.

Pelatihan tersebut mencakup teknik penyembelihan sesuai syariat, pengelolaan daging yang higienis, hingga distribusi yang aman bagi masyarakat.

DKPP juga mengimbau masyarakat mengurangi penggunaan kantong plastik saat distribusi daging kurban dengan memanfaatkan wadah ramah lingkungan seperti besek atau daun.

“Kami berharap pelaksanaan kurban tahun ini berjalan tertib, higienis, aman, halal, dan tetap memperhatikan aspek lingkungan,” ujar Gin Gin.

Selain itu, DKPP turut mengatur lokasi penjualan dan penyembelihan hewan kurban agar tidak mengganggu ketertiban umum. Dalam surat edarannya, lokasi penjualan hewan kurban disarankan berjarak minimal 200 meter dari permukiman warga.

DKPP Kota Bandung memastikan ketersediaan hewan kurban tahun ini mencukupi kebutuhan masyarakat, sehingga warga diimbau lebih selektif dalam memilih hewan kurban yang sehat dan layak. (tiw/red).

×
Berita Terbaru Update