Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kemnaker Perkuat Dunia Kerja Inklusif, Siap Dampingi Perusahaan Serap Tenaga Kerja Disabilitas

Sabtu, 09 Mei 2026 | 00:16 WIB Last Updated 2026-05-08T17:16:23Z
Klik
Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi meninjau langsung tenaga kerja penyandang disabilitas di Balang dan Blitar



BLITAR, FAKTABANDUNGRAYA,--- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan komitmennya dalam mendorong terciptanya dunia kerja yang inklusif melalui penguatan penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas di sektor industri dan usaha.

Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi mengatakan, pemerintah tidak hanya mendorong perusahaan membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas, tetapi juga siap memberikan pendampingan secara menyeluruh agar proses kerja berjalan optimal.

“Kami ingin memastikan perusahaan tidak berjalan sendirian. Kemnaker hadir untuk mendampingi, mulai dari pemetaan jabatan yang cocok hingga memastikan fasilitas pendukung tersedia, sehingga tenaga kerja penyandang disabilitas dapat bekerja secara produktif dan nyaman,” ujar Cris saat melakukan peninjauan perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja penyandang disabilitas di Malang dan Blitar, Kamis–Jumat (7–8/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Cris didampingi Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Firmanuddin.

Kemnaker meninjau sejumlah perusahaan dan pelaku usaha yang dinilai berhasil membangun lingkungan kerja inklusif, yakni PT Burger Buto, PT Gandum, Rumah Batik Kinarsih, dan Warung Bambu Barokah.

Menurut Cris, perusahaan-perusahaan tersebut tidak hanya memenuhi kewajiban kuota pekerja disabilitas sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, tetapi juga menunjukkan komitmen nyata dalam menciptakan ruang kerja yang ramah dan setara.

“Apa yang dilakukan perusahaan-perusahaan ini membuktikan bahwa inklusivitas bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan bentuk keberpihakan terhadap kemanusiaan dan pengakuan atas potensi kerja penyandang disabilitas,” katanya.

Ia menilai langkah perusahaan yang memberikan kesempatan kerja kepada penyandang disabilitas mental maupun intelektual patut diapresiasi karena kelompok tersebut masih sering menghadapi stigma di lingkungan kerja.

Rumah Batik Kinarsih, misalnya, membuka ruang kerja bagi penyandang disabilitas mental, sementara PT Burger Buto dan Warung Bambu Barokah mempekerjakan penyandang disabilitas intelektual atau tunagrahita.

Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi ngobrol dgn tenaga kerja disabilitas



“Stigma sering kali menjadi hambatan terbesar. Namun perusahaan-perusahaan ini membuktikan bahwa dengan dukungan dan manajemen yang tepat, penyandang disabilitas mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan usaha,” ujar Cris.

Selain pendampingan rekrutmen, Kemnaker juga menyiapkan dukungan berupa penyesuaian lingkungan kerja, penyediaan alat bantu kerja, hingga pemetaan jenis pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan tenaga kerja disabilitas.

Kemnaker berharap praktik baik yang diterapkan perusahaan di Malang dan Blitar dapat menjadi inspirasi bagi pelaku usaha di berbagai daerah untuk membuka kesempatan kerja yang lebih inklusif.

“Kami ingin semakin banyak perusahaan menyadari bahwa dunia kerja yang inklusif bukan hanya memungkinkan, tetapi juga mampu memperkuat produktivitas, solidaritas, dan nilai kemanusiaan di lingkungan kerja,” katanya.

Melalui langkah tersebut, Kemnaker menargetkan terciptanya ekosistem ketenagakerjaan yang lebih setara, adaptif, dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi. (*/red).

×
Berita Terbaru Update