| Ketua DPRD Jabar Dr Buky Wibawa bersama Gubernur KDM dan Wamen ESDM dan Pemangku Kepentingan bersama melakukan Groundbreaking PSEL Legok Nangka di Kab Bandung. |
Buky mengatakan, keberadaan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah
(TPPAS) Regional Legok Nangka telah lama dinantikan masyarakat. Sejak pertama
kali direncanakan pada 2005, proyek tersebut akhirnya memasuki tahap
pembangunan melalui prosesi groundbreaking yang dihadiri Gubernur Jawa Barat
Dedi Mulyadi, bersama Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI
Yuliot Tanjung, Anggota DPR RI Ahmad
Heryawan, bersama berbagai pemangku kepentingan.
"Kita sudah cukup lama menunggu terwujudnya TPPAS Regional Legok Nangka untuk mengatasi persoalan sampah di wilayah Bandung Raya. Alhamdulillah, hari ini kita mencatat sejarah dengan dimulainya pembangunan fasilitas yang akan mengubah sampah menjadi energi listrik," ujar Buky, di Bandung, baru-baru ini.
PSEL Legok Nangka dirancang mampu
mengolah hingga 2.000 ton sampah setiap hari yang berasal dari enam
kabupaten/kota di Jawa Barat. Fasilitas ini juga akan menghasilkan listrik
berkapasitas 40,79 megawatt (MW), sehingga tidak hanya mengurangi volume
sampah, tetapi juga menciptakan sumber energi baru yang lebih berkelanjutan.
Meski mengapresiasi dimulainya
proyek tersebut, Buky mengingatkan masih ada pekerjaan rumah yang harus
disiapkan, terutama terkait pengaturan lalu lintas kendaraan pengangkut sampah
menuju kawasan Legok Nangka.
"Setiap hari akan ada ribuan
ton sampah yang diangkut ke lokasi. Karena itu, pengaturan arus lalu lintas
truk pengangkut sampah harus dipersiapkan dengan baik agar tidak menimbulkan
kemacetan maupun dampak bagi masyarakat sekitar. Ini menjadi tanggung jawab
bersama antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat," tegasnya.Ketua DPRD Jabar Dr.Buky Wibawa saat Groundbreaking PSEL Legok Nangka ( foto:bykuwibawa_official)
Ia berharap pembangunan PSEL Legok
Nangka dapat berjalan sesuai target sehingga menjadi solusi jangka panjang
dalam penanganan sampah di kawasan Bandung Raya sekaligus mendukung terwujudnya
Jawa Barat yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
"Semoga ikhtiar besar yang
dimulai hari ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat
Jawa Barat, baik dari sisi lingkungan maupun penyediaan energi,"
pungkasnya. (adip/sein).