| Anggota DPRD Jabar Dra.Hj.Tia Fitriani dari Fraksi Nasdem melaksanakan pengawasan pemerintahan daerah di GOR Cangkuang Kec. Rancaejek Kab Bandung |
Sejumlah warga mengeluhkan
perubahan status desil yang dinilai terjadi secara tiba-tiba. Persoalan ini
menjadi perhatian karena perubahan klasifikasi sosial ekonomi dapat berdampak
terhadap akses masyarakat pada berbagai program bantuan sosial.
Tia mengatakan, laporan tersebut
terutama datang dari warga yang mengaku masih berada dalam kondisi ekonomi
sulit, tetapi data mereka justru tercatat pada desil yang lebih tinggi.
“Perubahan data desil ini
menimbulkan keresahan warga, terutama mereka yang kondisi ekonominya masih
sulit. Kami menerima laporan ada warga yang sebelumnya masuk kelompok desil
rendah, tetapi tiba-tiba datanya berubah menjadi desil tinggi,” ujar Tia.
Menurut Tia, akurasi dan
pemutakhiran data sosial ekonomi perlu menjadi perhatian serius. Data yang
digunakan pemerintah, kata dia, harus sedekat mungkin dengan kondisi riil
masyarakat agar kebijakan perlindungan sosial tepat sasaran.
![]() |
| Tia Fitriani saat melaksanakan pengawasan pemerintahan di Rancaekek Kab.Bandung (foto:ist) |
“Jangan sampai perubahan data
membuat masyarakat yang sebenarnya masih membutuhkan justru kehilangan akses
terhadap program perlindungan sosial,” ujarnya.
Bagi Tia, persoalan data bukan
sekadar urusan administrasi. Ketepatan data menentukan siapa yang tercatat
membutuhkan perlindungan dan siapa yang berhak memperoleh program pemerintah
sesuai ketentuan.
Melalui kegiatan tersebut, berbagai laporan masyarakat akan menjadi bahan pengawasan DPRD Jawa Barat untuk mendorong penyelenggaraan pendataan yang lebih akurat, transparan, dan responsif terhadap kondisi warga. (adip/sein).
