![]() |
| Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bandung Ferlian Hady |
Kepala Seksi Sarana dan Prasarana
Dishub Kota Bandung Ferlian Hady mengatakan, dari 21 JPO yang saat ini
tersedia, sejumlah titik masih belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah
satu kawasan yang menjadi perhatian adalah sepanjang Jalan Soekarno-Hatta.
“Kami sebetulnya sudah membuat
kajian kebutuhan JPO tahun 2024. Namun di Jalan Soekarno-Hatta ini ada beberapa
titik yang memang sangat dibutuhkan,” ujar Ferlian dalam Sonata Talkshow
bertema “Bandung Makin Nyaman: Menata Prasarana untuk Mobilitas Warga”, Kamis
(17/9/2026).
Menurut Ferlian, pembangunan JPO
menghadapi tantangan pembiayaan karena sejumlah lokasi prioritas berada di ruas
jalan nasional. Untuk mengatasinya, Dishub mencoba melibatkan pihak swasta.
“Kami coba melakukan inovasi dengan
mengajak pihak sektor-sektor swasta untuk berperan serta membangun
infrastrukturnya. Alhamdulillah ada beberapa pihak dan usaha yang memang
berminat juga untuk membangun JPO,” katanya.
Salah satu fasilitas yang telah
direalisasikan adalah JPO Peta. Usulan pembangunannya telah disampaikan
masyarakat sejak 2020 dan akhirnya terealisasi pada 2025 setelah melalui
koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Bukan Hanya Bangun, JPO Juga
Dirawat
Dishub juga melakukan pemeliharaan
terhadap JPO yang telah tersedia. Tahun ini, perbaikan difokuskan pada aspek
konstruksi berdasarkan hasil asesmen.
Ferlian menegaskan, perbaikan
tersebut bukan berarti JPO dalam kondisi berbahaya, melainkan untuk memastikan
konstruksi tetap terjaga dan dapat digunakan dengan baik.
Penataan juga dilakukan pada halte
yang menjadi bagian dari jaringan transportasi, termasuk halte yang
dimanfaatkan layanan Metro Jabar Trans di Jalan Merdeka, Muhammad Toha, Pasar
Bunga dan Hotel California.
Namun, pemeliharaan halte masih
menghadapi persoalan vandalisme dan pemasangan stiker tanpa izin. Dishub
memanfaatkan CCTV untuk membantu mengidentifikasi pelaku serta menata ruang
informasi agar tidak menjadi sasaran vandalisme.
Untuk menentukan lokasi halte baru,
Dishub mempertimbangkan pusat aktivitas dan pola pergerakan warga, seperti
kawasan permukiman, perkantoran, sekolah dan pusat kegiatan lainnya.
Ferlian menegaskan, penataan
prasarana transportasi tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah. Kolaborasi
dengan berbagai pihak dan kepedulian masyarakat diperlukan agar fasilitas
publik yang telah dibangun tetap terawat.
“Kalau bisa diperbaiki, ya
diperbaiki juga,” ujarnya. (*/red).
