Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Menaker Yassierli Dorong Penguatan Dialog Sosial dan Pelindungan Pekerja di ASEAN

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:38 WIB Last Updated 2026-10-30T00:38:21Z
Klik

Menaker menyerahkan sertifikat pengakuan kepada AseanTUC



JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pentingnya memperkuat dialog sosial, memperluas pelindungan sosial lintas negara, serta mendorong pembelajaran sepanjang hayat guna menghadapi dinamika ketenagakerjaan di kawasan Asia Tenggara.

Hal tersebut disampaikan Yassierli saat menghadiri ASEAN Trade Union Council (AseanTUC) Regional Consultation Workshop di Jakarta, Kamis (29/10/2026). Dalam forum tersebut, ia menegaskan bahwa perlindungan hak-hak dasar pekerja harus menjadi perhatian bersama, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Yassierli menyatakan pemerintah mendukung berbagai agenda pembahasan AseanTUC dalam memperjuangkan hak dan kepentingan pekerja di kawasan ASEAN. Ia juga mengapresiasi peran organisasi tersebut dalam memperkuat solidaritas gerakan serikat pekerja.

“Pemerintah mendukung hasil diskusi mengenai isu-isu utama yang diangkat oleh AseanTUC. Kami mengapresiasi peran aktif dan sikap tegas AseanTUC dalam mengawal hak-hak dasar buruh di Asia Tenggara,” ujar Yassierli.

Ia turut menyoroti kebebasan berserikat sebagai hak fundamental pekerja yang harus dihormati dan dilindungi. Menurutnya, hak tersebut merupakan bagian dari hak asasi manusia yang dijamin konstitusi dan konvensi internasional, sekaligus menjadi landasan dalam membangun hubungan industrial yang adil dan sehat.

Menaker bersama Perwakilan Asean TUC Regional Consultation Workshop di Jakarta


Dalam kesempatan itu, Menaker menyerahkan sertifikat pengakuan kepada AseanTUC atas kontribusinya dalam memperkuat dialog sosial, menjaga solidaritas, dan mendorong perluasan pelindungan sosial di Asia Tenggara.

Yassierli juga menyambut keputusan AseanTUC mendirikan kantor pusat di Jakarta. Kehadiran kantor tersebut diharapkan memperkuat koordinasi dan membuka ruang kolaborasi yang lebih intensif antara pemerintah dengan gerakan serikat pekerja di kawasan ASEAN.

“Kita tidak bisa menghadapi turbulensi ekonomi global seorang diri. Kita perlu bekerja sama untuk membangun kapasitas kita bersama. Pemerintah Indonesia akan selalu siap sedia menjadi mitra yang terbuka dan suportif dalam berdialog dengan gerakan serikat pekerja,” tegasnya.

Melalui penguatan kerja sama regional, pemerintah berharap dialog sosial dapat menjadi instrumen penting untuk menjaga hak pekerja, memperluas jaminan perlindungan, serta mempersiapkan tenaga kerja ASEAN menghadapi perubahan dunia kerja dan tantangan ekonomi global. (*/red).

×
Berita Terbaru Update