![]() |
| Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi : kuliah umum di Politeknik Penerbangan Makasar - Sulsel |
Pesan tegas tersebut disampaikan
Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, saat memberikan Kuliah Umum di
Politeknik Penerbangan Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/10/2026).
Perusahaan Cari Skill, Bukan
Sekadar Nama Sekolah
Di hadapan ratusan taruna-taruni,
Cris mengungkapkan adanya pergeseran standar rekrutmen di ranah profesional.
Perusahaan kini jauh lebih memprioritaskan bukti keahlian riil ketimbang
sekadar almamater tempat seseorang menempuh pendidikan.
"Di dunia kerja sekarang yang ditanya bukan 'school' saja, tetapi lebih kepada 'skill'. Perusahaan merekrut bukan melihat lulusan dari mana, tetapi kompetensi apa yang benar-benar dibutuhkan," tegas Cris.
.jpeg)
Sekjen Kemnaker bersama dosen dan Mahasiswa Politeknik Penerbangan Makasar-Sulsel
Untuk membuktikan kemampuan teknis
tersebut, ia mendorong para lulusan vokasi agar memperkuat portofolio karya,
pengalaman proyek lapangan, serta mengantongi sertifikasi profesi resmi. Di
samping itu, penguasaan literasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan
(artificial intelligence/AI) menjadi syarat mutlak agar tenaga kerja muda mampu
beradaptasi dengan disrupsi teknologi.
Sinergi Vokasi Menyosong Indonesia
Emas 2045
Guna menjembatani lulusan vokasi
dengan pasar kerja, Kemnaker turut mengenalkan ekosistem layanan digital
SIAPKerja yang mengintegrasikan berbagai platform—seperti SkillHub, MagangHub,
SertiHub, KarirHub, BizHub, hingga Talent Innovation Hub.
Sementara itu, Direktur Politeknik
Penerbangan Makassar, Sukarwoto, menyambut baik arahan tersebut. Menurutnya,
penyiapan SDM transportasi yang unggul dan berdaya saing global merupakan pilar
kunci menuju cita-cita Indonesia Emas 2045. Hal itu hanya bisa terwujud melalui
kolaborasi erat antara lembaga pendidikan vokasi, pemerintah, dan dunia usaha. (*/red).
