Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bukan Cuma Ijazah, Kemnaker Tekankan Lulusan Vokasi Wajib Menguasai Kompetensi Nyata dan Literasi AI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 23:55 WIB Last Updated 2026-10-29T16:55:08Z
Klik
Sekjen Kemnaker Cris Kuntadi : kuliah umum di Politeknik Penerbangan Makasar - Sulsel



MAKASSAR, FAKTABANDUNGRAYA,---  Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menegaskan bahwa kualifikasi ijazah akademis tidak lagi menjadi jaminan tunggal untuk menembus dunia kerja modern. Lulusan pendidikan vokasi dituntut menguasai kompetensi nyata, karakter yang kuat, serta kecakapan teknologi digital guna menjawab kebutuhan industri yang kian dinamis.

Pesan tegas tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kemnaker, Cris Kuntadi, saat memberikan Kuliah Umum di Politeknik Penerbangan Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (29/10/2026).

Perusahaan Cari Skill, Bukan Sekadar Nama Sekolah

Di hadapan ratusan taruna-taruni, Cris mengungkapkan adanya pergeseran standar rekrutmen di ranah profesional. Perusahaan kini jauh lebih memprioritaskan bukti keahlian riil ketimbang sekadar almamater tempat seseorang menempuh pendidikan.

"Di dunia kerja sekarang yang ditanya bukan 'school' saja, tetapi lebih kepada 'skill'. Perusahaan merekrut bukan melihat lulusan dari mana, tetapi kompetensi apa yang benar-benar dibutuhkan," tegas Cris.

Sekjen Kemnaker bersama dosen dan Mahasiswa Politeknik Penerbangan Makasar-Sulsel


Untuk membuktikan kemampuan teknis tersebut, ia mendorong para lulusan vokasi agar memperkuat portofolio karya, pengalaman proyek lapangan, serta mengantongi sertifikasi profesi resmi. Di samping itu, penguasaan literasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menjadi syarat mutlak agar tenaga kerja muda mampu beradaptasi dengan disrupsi teknologi.

Sinergi Vokasi Menyosong Indonesia Emas 2045

Guna menjembatani lulusan vokasi dengan pasar kerja, Kemnaker turut mengenalkan ekosistem layanan digital SIAPKerja yang mengintegrasikan berbagai platform—seperti SkillHub, MagangHub, SertiHub, KarirHub, BizHub, hingga Talent Innovation Hub.

Sementara itu, Direktur Politeknik Penerbangan Makassar, Sukarwoto, menyambut baik arahan tersebut. Menurutnya, penyiapan SDM transportasi yang unggul dan berdaya saing global merupakan pilar kunci menuju cita-cita Indonesia Emas 2045. Hal itu hanya bisa terwujud melalui kolaborasi erat antara lembaga pendidikan vokasi, pemerintah, dan dunia usaha. (*/red).

×
Berita Terbaru Update