| Kirab Milangkala Tatar Sunda di Kota Bandung sangat meriah |
Sejak sore hari, masyarakat mulai
berdatangan demi mendapatkan posisi terbaik di sepanjang jalur kirab.
Antusiasme warga semakin terasa ketika rombongan seni dan budaya dari 27
kabupaten dan kota di Jawa Barat mulai melintas membawa identitas budaya daerah
masing-masing.
Kirab budaya menempuh rute sejauh
3,5 kilometer dimulai dari Kiara Artha Park, melintasi Jalan Jakarta dan Jalan
Supratman, sebelum berakhir di kawasan Gedung Sate.
Sepanjang perjalanan, masyarakat
disuguhi beragam pertunjukan seni tradisional mulai dari musik daerah,
arak-arakan budaya, hingga penampilan para sinden yang sukses memikat perhatian
penonton. Nuansa tradisi begitu terasa, menjadikan Kota Bandung layaknya
panggung budaya terbuka yang hidup dan penuh warna.
Salah seorang warga Antapani, Melly
Susilawati (40), mengaku sengaja datang lebih awal bersama keluarganya demi
menikmati langsung kemeriahan kirab budaya tersebut.
Wali kota Bandung M. Farhan turun langsung memeriahkan Kirab Milangkala Tatar Sunda
“Saya datang dari setengah tiga
sore karena ingin lihat langsung suasananya, termasuk Kang Dedi dan kereta kencana,”
ujarnya.
Menurut Melly, Kirab Milangkala
Tatar Sunda bukan sekadar hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana
penting untuk mengenalkan budaya Sunda kepada generasi muda di tengah arus
modernisasi.
Meski demikian, ia berharap
pelaksanaan acara serupa ke depan bisa lebih tertata agar masyarakat semakin
nyaman menikmati pertunjukan budaya.
Hal serupa disampaikan Andri Aji
(29), warga Buahbatu yang datang bersama keluarga ke kawasan Taman Lansia. Ia
mengaku terkesan dengan semarak arak-arakan budaya dan penampilan seni
tradisional yang tampil sepanjang malam.
Wali kota Bandung M. Farhan turun langsung memeriahkan Kirab Milangkala Tatar Sunda
“Yang paling menarik itu penampilan
sinden dan parade budayanya. Bandung terasa hidup dan berbeda malam ini,”
katanya.
Kirab Milangkala Tatar Sunda
menjadi bukti kuatnya semangat masyarakat Jawa Barat dalam menjaga warisan
budaya leluhur. Di tengah modernitas perkotaan, tradisi Sunda tetap hadir,
dirayakan, dan menjadi ruang kebersamaan yang mempererat identitas budaya
masyarakat Tatar Pasundan. (kyy/red).