| Menaker Yassierli |
Pelantikan tersebut menjadi langkah
awal pengabdian baru bagi para ASN di tengah tantangan dunia kerja yang terus
berkembang pesat dan ditandai transformasi digital di sektor ketenagakerjaan.
Dalam sambutannya, Yassierli
menyampaikan keyakinannya bahwa seluruh ASN yang dilantik mampu menjalankan
amanah dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya.
“Saya, Menteri Ketenagakerjaan,
secara resmi melantik saudara-saudara dalam jabatan yang baru di lingkungan
Kementerian Ketenagakerjaan. Saya percaya saudara-saudara akan melaksanakan
tugas dengan sebaik-baiknya sesuai tanggung jawab yang diberikan,” ujarnya.
Dari total 976 ASN yang dilantik,
sebanyak 954 orang diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Dari jumlah
tersebut, 560 orang langsung menduduki jabatan fungsional pada pengangkatan
pertama. Selain itu, terdapat 21 ASN yang melakukan alih jabatan ke jabatan
fungsional, serta satu pejabat struktural tingkat JPT Pratama yang beralih
menjadi Jabatan Fungsional Mediator Hubungan Industrial Madya.
Menaker Yassierli menegaskan bahwa
struktur karier ASN berbentuk piramida, sehingga persaingan menuju jenjang yang
lebih tinggi akan semakin kompetitif. Oleh karena itu, ia meminta seluruh ASN
terus meningkatkan kompetensi dan memiliki keunggulan dalam menghadapi sistem
promosi berbasis merit.
“Sistem seleksi dan penentuan siapa
yang layak akan semakin kompetitif dan transparan seiring dengan penguatan
sistem merit ke depan,” katanya.
![]() |
| Menaker Yasssier bersama ASN yang beru di lantik |
Dalam arahannya, Yassierli juga
menyampaikan tiga pesan utama kepada seluruh ASN Kemnaker. Pertama, menjaga
integritas dengan menjauhkan diri dari praktik gratifikasi, nepotisme, maupun
konflik kepentingan.
“Integritas itu sesuatu yang mudah
diucapkan, tetapi dalam pelaksanaannya tidak mudah karena banyak godaannya,”
tuturnya.
Pesan kedua adalah pentingnya
memiliki growth mindset atau semangat untuk terus belajar dan berkembang.
Menurutnya, ASN harus adaptif terhadap perubahan, terutama dalam penguasaan
teknologi dan keterampilan baru.
“Banyak hal yang harus kita
pelajari, mulai dari teknologi informasi, AI, database, komunikasi, public
relations, hingga administrasi,” ujar Yassierli.
Sementara pesan ketiga adalah
menjaga kekompakan dan memperkuat kerja sama antarseluruh unit kerja di
lingkungan Kemnaker. Ia menegaskan bahwa seluruh pegawai harus memiliki
semangat kebersamaan sebagai satu institusi.
“Saya berusaha menghilangkan
sekat-sekat. Semua kita adalah satu Kemnaker,” katanya.
Pelantikan ini menjadi bagian dari
upaya Kemnaker dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia aparatur negara
yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi dinamika ketenagakerjaan di era
digital. (*/red).
