![]() |
| Ketua DPRD Jabar Dr.H. Buky Wibawa, M.Si |
Pesan tersebut disampaikan Buky
saat menghadiri Konferensi PWI Jawa Barat di Hotel Horison Bandung, Rabu
(12/8/2026). Menurutnya, perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat
memperoleh informasi sekaligus menghadirkan tantangan baru bagi dunia
jurnalistik.
“Harapannya untuk meningkatkan
profesionalisme, kemudian meningkatkan keterbukaan dan soliditas. Saya kira
semua tujuannya adalah untuk kebaikan Jawa Barat,” ujar Buky.
Pers Harus Adaptif dan Tetap Kritis
Buky menilai PWI perlu mendorong
strategi dan inovasi agar pers tetap relevan di tengah perkembangan teknologi
informasi yang berlangsung secara global.
Di sisi lain, ia menegaskan media
memiliki posisi penting dalam mendukung pembangunan Jawa Barat. Pemberitaan
tidak hanya dituntut kritis, tetapi juga mampu menghadirkan perspektif
konstruktif bagi pemerintah dan masyarakat.
Menurut Buky, kritik dari media
merupakan bagian penting dalam proses evaluasi pemerintahan. Berbagai persoalan
yang terungkap melalui pemberitaan dapat menjadi bahan perbaikan bagi
pemerintah maupun lembaga legislatif.
“Optimisme dengan nuansa kritik menurut
saya itu masih diperlukan. Kritik itu menjadi poin penting untuk kita melihat
kelemahan-kelemahan atau bolong-bolong, sehingga bisa ada pembenahan,” katanya.
Akurasi Jadi Kunci Kepercayaan
Publik
Meski demikian, Buky mengingatkan
agar kritik dan informasi yang disampaikan media tetap berlandaskan data serta
akurasi. Ia menilai informasi yang tidak tepat berpotensi menimbulkan keresahan
dan kebingungan di tengah masyarakat.
Karena itu, profesionalisme
wartawan harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab dalam menyajikan
informasi yang benar dan tidak dipelintir.
“Saya kira itu kan bentuknya
informasi, informasi yang akurat dan berbasis informasi pas, supaya tidak
dipelintir-pelintir sehingga masyarakat tidak merasakan keresahan dan
kebingungan,” ujarnya.
Buky menegaskan DPRD Jawa Barat
tetap membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan insan pers. Menurutnya,
hubungan yang terbuka antara media dan lembaga legislatif penting untuk
memastikan informasi publik tersampaikan secara tepat.
“Saya kira kami tetap terbuka,”
tegas Buky. (*/sein).
