Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Wamenaker: Jangan Tunggu Kecelakaan, Bahaya Kerja Harus Dikendalikan Sejak Awal

Jumat, 25 September 2026 | 11:13 WIB Last Updated 2026-09-25T04:13:38Z
Klik
Wamenaker RI Afriansyah Noor dlm International Workshop on Industrial Hygiene dan Munas AHKKI di Jakarta


JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Keselamatan kerja tidak cukup hanya mengandalkan penanganan setelah kecelakaan terjadi. Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mendorong penerapan higiene industri untuk mengenali dan mengendalikan berbagai faktor bahaya di tempat kerja sejak awal.

“Higiene industri penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Tanpa higiene industri yang baik, potensi produktivitas tenaga kerja muda kita tidak akan tercapai secara maksimal,” ujar Afriansyah dalam International Workshop on Industrial Hygiene, Occupational Safety and Health sekaligus Munas AHKKI di Jakarta, Kamis 24 September 2026.

Menurut Afriansyah, kesehatan pekerja memiliki kaitan langsung dengan kapasitas kerja, keterampilan, produktivitas dan daya saing. Karena itu, kondisi lingkungan kerja harus menjadi bagian penting dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Data BPJS Ketenagakerjaan yang dipaparkannya mencatat 319.224 kasus kecelakaan kerja sepanjang 2025. Angka tersebut turun dari 462.241 kasus pada 2024. Afriansyah juga menyebut angka fatalitas turun dari 49.170 pada 2024 menjadi 9.834 pada 2025.

 Afriansyah Noor bersama peserta International Workshop on Industrial Hygiene dan Munas AHKKI 




Meski terjadi penurunan, ia menilai upaya pencegahan tetap harus diperkuat. Kemnaker terus mendorong berbagai program K3, termasuk penerapan higiene industri untuk mengidentifikasi risiko sebelum berkembang menjadi kecelakaan maupun gangguan kesehatan pekerja.

“Kesadaran pengusaha dan pekerja terhadap pentingnya K3 perlu terus ditingkatkan,” tegasnya.

Afriansyah berharap penerapan K3 tidak berhenti pada pemenuhan aturan, tetapi berkembang menjadi budaya kerja yang konsisten di berbagai sektor industri. (*/red).

×
Berita Terbaru Update