![]() |
| Kang Zaehanan pendiri Kedai Imah Seuri sejak 2010 bersama anak yatim piatu binaannya |
Didirikan oleh Kang Zaehanan
melalui Rumah Pembinaan Imah Seuri sejak 2010, tempat ini lahir dari keinginan
menghadirkan ruang aman bagi anak-anak yang kerap menghadapi keterbatasan, rasa
minder, hingga perundungan. Sejak 2023, Kedai Imah Seuri dikembangkan sebagai
sumber kemandirian ekonomi untuk mendukung keberlangsungan program pembinaan.
Sekitar 15 hingga 20 anak binaan aktif mengikuti berbagai kegiatan edukasi, kreativitas, dan penguatan karakter. Mereka tidak diwajibkan bekerja, namun dengan sukarela membantu menyambut tamu, mengantarkan pesanan, hingga berinteraksi dengan pengunjung sebagai bagian dari proses membangun rasa percaya diri.

Anak Yatim-piatu binaan Imah Seuri
Nuansa hangat semakin terasa
melalui pajangan karya anak-anak binaan yang menghiasi sudut kedai. Sementara
itu, menu andalan seperti Nasi Goreng Kecombrang, Nasi Goreng Teri, Roti Panas
Dingin, hingga Pempek Tower dapat dinikmati mulai Rp10.000.
Lebih dari sekadar tempat makan,
Kedai Imah Seuri menjadi simbol bahwa kepedulian sosial dapat berjalan
beriringan dengan pemberdayaan ekonomi. Dari satu piring yang tersaji, tumbuh
seribu harapan bagi anak-anak yatim untuk menatap masa depan dengan lebih
percaya diri dan penuh senyuman. (rer/red).
