![]() |
| Menaker Yassieli bersama Menko Perekonomi Airlangga Hartanto |
Menteri Koordinator Bidang
Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan program magang dan vokasi menjadi
salah satu instrumen strategis untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat
serta menyiapkan tenaga kerja yang lebih kompeten dan siap memasuki dunia
kerja.
Pemerintah mengalokasikan anggaran
sebesar Rp6,26 triliun, terdiri atas Rp4,14 triliun untuk Program Magang
Nasional bagi 150 ribu peserta dan Rp2,12 triliun untuk pelatihan vokasi yang
diprioritaskan bagi 220 ribu lulusan SMK serta 50 ribu pekerja terdampak
pemutusan hubungan kerja (PHK).
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengungkapkan pelaksanaan Program Magang Nasional 2025 atau MagangHub menunjukkan capaian positif. Sebanyak 102,6 ribu peserta berhasil ditempatkan di 8.048 perusahaan dan instansi pemerintah dari total 370,5 ribu pendaftar.
.jpeg)
Yassierli menegaskan Kemnaker terus memperkuat ekosistem pelatihan vokasi nasional
Selain memperoleh uang saku setara
upah minimum, peserta juga mendapatkan perlindungan jaminan sosial
ketenagakerjaan, pendampingan mentor, serta kesempatan mengikuti sertifikasi
kompetensi. Hasil evaluasi menunjukkan lebih dari 84 persen peserta dan
perusahaan penyelenggara menyatakan puas terhadap program tersebut.
“Program ini tidak hanya
meningkatkan keterampilan teknis dan soft skills peserta, tetapi juga membuka
peluang kerja yang lebih luas serta membantu memperkuat kondisi ekonomi
keluarga,” ujar Yassierli, Senin (22/6/2026).
Kementerian Ketenagakerjaan
menegaskan akan terus memperkuat ekosistem pelatihan vokasi nasional melalui
peningkatan kualitas pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan penguatan infrastruktur
agar mampu menghasilkan tenaga kerja yang adaptif, berdaya saing, dan sesuai
kebutuhan industri.
