Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pemprov Jabar Percepat Proyek TPPAS Legok Nangka, Sampah Bandung Raya Bakal Diolah Jadi Listrik

Sabtu, 06 Juni 2026 | 19:18 WIB Last Updated 2026-06-06T12:18:56Z
Klik
Gubernur Jabar KDM dan Direkttur PT.JES Kebichi Ishikawa sedang mendantangani MoU Kerjsama TPPASR Legok Nangka



INDRAMAYU, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pemerintah Provinsi Jawa Barat mempercepat pembangunan Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka melalui penandatanganan perubahan dan pernyataan kembali Perjanjian Kerja Sama Proyek Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) bersama PT Jabar Environmental Solutions (PT JES).

Kesepakatan strategis tersebut diteken langsung oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi selaku Penanggung Jawab Proyek Kerja Sama (PJPK) bersama Direktur PT JES Kenichi Ishikawa di Kabupaten Indramayu, Jumat (5/6/2026).

Penandatanganan juga dirangkaikan dengan Perjanjian Penjaminan antara PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PT PII) dan PT JES, serta penyerahan Perjanjian Regres dari Pemprov Jabar kepada PT PII.

Langkah ini menjadi sinyal kuat keseriusan Pemprov Jabar dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pengelolaan sampah modern berbasis teknologi ramah lingkungan yang selama ini dinilai mendesak bagi kawasan metropolitan Bandung Raya.

Gubernur Jabar KDM memperlihatkan MoU yg sudah ditandatangani bersama



Dalam proyek tersebut, TPPAS Regional Legok Nangka diproyeksikan mampu mengolah hingga 2.131 ton sampah per hari yang berasal dari Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Sumedang.

Menariknya, fasilitas ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat pemrosesan sampah, tetapi juga akan menggunakan teknologi Waste-to-Energy (WtE) atau Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), sehingga sampah dapat diubah menjadi sumber energi.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan keberadaan TPPAS Legok Nangka diharapkan menjadi solusi jangka panjang atas persoalan sampah regional yang selama ini terus membebani daerah.

“TPPAS Regional Legok Nangka akan mengurangi ketergantungan terhadap fasilitas pembuangan akhir yang telah mengalami keterbatasan kapasitas,” ujar Dedi.

Menurutnya, proyek ini menjadi bagian penting dalam upaya membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan di Jawa Barat.

Usai penandatananganfoto bersama


Perubahan dan pernyataan kembali perjanjian kerja sama dilakukan guna menyesuaikan berbagai aspek teknis, finansial, dan regulasi terbaru agar proyek berjalan lebih akuntabel dan memiliki kepastian investasi.

Usai penandatanganan ini, tahapan berikutnya adalah penyelesaian pembiayaan proyek atau financial close yang ditargetkan rampung pada akhir 2026. Setelah itu, pembangunan fisik TPPAS Legok Nangka akan dipercepat.

Proyek strategis ini diharapkan menjadi tonggak baru penanganan sampah regional sekaligus mendukung transisi energi bersih di Jawa Barat. (*/red).

×
Berita Terbaru Update