Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Festival Rakyat Berbasis Budaya, Sinergi Legislatif dan Pemerintah Dekatkan Pelayanan, Serap Aspirasi dan Lestarikan Budaya

Minggu, 05 Juli 2026 | 14:54 WIB Last Updated 2026-07-05T07:54:12Z
Klik
Anggota DPRD Jabar Hj.Sri Rahahu menutup kegiatan Festival Rakyat dalam rangkaian program Dewan Sapa Warga Berbasis Budaya, di Kec. Majalaya Kab. Karawang


 
KARAWANG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Festival Rakyat Berbasis Budaya di Lapangan Bola Telagamas, Desa Lemahmulya, Kecamatan Majalaya, Sabtu (5/7/2026) malam, menjadi bukti nyata sinergi antara legislatif dan pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat, menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus melestarikan budaya lokal.


Kegiatan yang digagas Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Sri Rahayu Agustina, S.H., ini dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, serta ribuan warga yang menikmati berbagai layanan publik dan hiburan budaya, dengan pagelaran Wayang Golek Dalang Edan sebagai puncak acara.

Kepala Desa Lemahmulya, H. Cecep Makmur Wahyudin, mengapresiasi penyelenggaraan festival yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, layanan administrasi kependudukan, seperti pembuatan KTP elektronik, Kartu Keluarga, Kartu Identitas Anak (KIA), hingga dokumen kependudukan lainnya, mendapat sambutan luar biasa karena memudahkan warga mengakses pelayanan tanpa harus datang ke kantor pemerintahan.

"Festival ini menjadi wujud pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat. Selain mempermudah urusan administrasi, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan dan menjaga budaya daerah tetap hidup," ujarnya.

Mewakili Camat Majalaya, Sekretaris Kecamatan Majalaya, Dewi Tridaningsih, menyebut festival tersebut mencerminkan kolaborasi yang kuat antara DPRD dan pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal.

Sri Rahyu bersama pemerintah daerah, tokoh masyarakat se Kec. Majalaya Karawang saat penutupan
 program  Dewan Sapa Warga Berbasis Budaya



Sementara itu, Sri Rahayu Agustina menjelaskan, Program Sapa Warga Berbasis Budaya merupakan agenda rutin DPRD Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan sebagai sarana menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menghadirkan pelayanan langsung di tengah warga.

Selama pelaksanaan kegiatan, sekitar 570 warga memanfaatkan layanan administrasi kependudukan, sementara berbagai layanan lain seperti pelayanan SIM, Samsat, pemeriksaan kesehatan gratis, program Tebus Murah Bulog, servis sepeda motor, serta bazar 55 pelaku UMKM turut menarik antusiasme masyarakat. Secara keseluruhan, festival ini memberikan manfaat kepada sekitar 878 warga dengan jumlah pengunjung mencapai lebih dari 1.000 orang.

Menurut Sri Rahayu, pembangunan desa tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga harus diperkuat dengan pelayanan publik yang mudah diakses, pemberdayaan UMKM, penguatan BUMDes, serta pelestarian budaya sebagai identitas masyarakat.

"Festival ini menjadi ruang bertemunya pemerintah dan masyarakat. Aspirasi dapat disampaikan secara langsung, pelayanan hadir lebih dekat, ekonomi lokal bergerak, dan budaya daerah tetap lestari. Inilah esensi pembangunan yang berpihak kepada masyarakat," tegasnya.

Festival ditutup dengan pagelaran Wayang Golek Dalang Edan yang mendapat sambutan meriah dari ribuan warga, sekaligus menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga warisan budaya sebagai bagian dari pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. (fj/sein).

×
Berita Terbaru Update