![]() |
| Anggota DPRD Jabar Hj.Sri Rahahu menutup kegiatan Festival Rakyat dalam rangkaian program Dewan Sapa Warga Berbasis Budaya, di Kec. Majalaya Kab. Karawang |
Kegiatan yang digagas Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Hj. Sri Rahayu
Agustina, S.H., ini dihadiri unsur pemerintah daerah, tokoh masyarakat, pelaku
UMKM, serta ribuan warga yang menikmati berbagai layanan publik dan hiburan
budaya, dengan pagelaran Wayang Golek Dalang Edan sebagai puncak acara.
Kepala Desa Lemahmulya, H. Cecep Makmur Wahyudin, mengapresiasi
penyelenggaraan festival yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi
masyarakat. Menurutnya, layanan administrasi kependudukan, seperti pembuatan
KTP elektronik, Kartu Keluarga, Kartu Identitas Anak (KIA), hingga dokumen
kependudukan lainnya, mendapat sambutan luar biasa karena memudahkan warga
mengakses pelayanan tanpa harus datang ke kantor pemerintahan.
"Festival ini menjadi wujud pelayanan yang benar-benar dirasakan
masyarakat. Selain mempermudah urusan administrasi, kegiatan ini juga mempererat
kebersamaan dan menjaga budaya daerah tetap hidup," ujarnya.
Mewakili Camat Majalaya, Sekretaris Kecamatan Majalaya, Dewi Tridaningsih, menyebut festival tersebut mencerminkan kolaborasi yang kuat antara DPRD dan pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memperkuat pelestarian budaya lokal.
![]() |
| Sri Rahyu bersama pemerintah daerah, tokoh masyarakat se Kec. Majalaya Karawang saat penutupan program Dewan Sapa Warga Berbasis Budaya |
Sementara itu, Sri Rahayu Agustina menjelaskan, Program Sapa Warga
Berbasis Budaya merupakan agenda rutin DPRD Provinsi Jawa Barat yang
dilaksanakan sebagai sarana menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menghadirkan
pelayanan langsung di tengah warga.
Selama pelaksanaan kegiatan, sekitar 570 warga memanfaatkan layanan
administrasi kependudukan, sementara berbagai layanan lain seperti pelayanan
SIM, Samsat, pemeriksaan kesehatan gratis, program Tebus Murah Bulog, servis
sepeda motor, serta bazar 55 pelaku UMKM turut menarik antusiasme masyarakat.
Secara keseluruhan, festival ini memberikan manfaat kepada sekitar 878 warga
dengan jumlah pengunjung mencapai lebih dari 1.000 orang.
Menurut Sri Rahayu, pembangunan desa tidak cukup hanya melalui pembangunan
fisik, tetapi juga harus diperkuat dengan pelayanan publik yang mudah diakses,
pemberdayaan UMKM, penguatan BUMDes, serta pelestarian budaya sebagai identitas
masyarakat.
"Festival ini menjadi ruang bertemunya pemerintah dan masyarakat.
Aspirasi dapat disampaikan secara langsung, pelayanan hadir lebih dekat,
ekonomi lokal bergerak, dan budaya daerah tetap lestari. Inilah esensi
pembangunan yang berpihak kepada masyarakat," tegasnya.
Festival ditutup dengan pagelaran Wayang Golek Dalang Edan yang mendapat
sambutan meriah dari ribuan warga, sekaligus menjadi simbol komitmen bersama
dalam menjaga warisan budaya sebagai bagian dari pembangunan masyarakat yang
berkelanjutan. (fj/sein).

