![]() |
| Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah mengatakan digitalisasi akan mempermudah pengelolaan data pekerja, administrasi keuangan, hingga penyaluran tenaga kerja |
Wakil Menteri Ketenagakerjaan
Afriansyah mengatakan digitalisasi akan mempermudah pengelolaan data pekerja,
administrasi keuangan, hingga penyaluran tenaga kerja secara lebih adil dan
akuntabel. Melalui aplikasi tersebut, anggota juga dapat memantau jadwal kerja
serta hak-haknya secara daring.
"Digitalisasi membuat proses
kerja lebih cepat, transparan, dan mudah dipantau oleh seluruh anggota
koperasi," ujar Afriansyah saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) Inkop
TKBM Tahun Buku 2025 di Jakarta.
Program ini memberikan manfaat bagi
lebih dari 86 ribu pekerja yang tergabung dalam 120 koperasi primer TKBM di
berbagai pelabuhan di Indonesia. Selain meningkatkan efisiensi layanan,
transformasi digital juga menjadi bagian dari upaya menghadapi modernisasi
sektor kepelabuhanan yang kini semakin mengandalkan teknologi otomatis.
Kemnaker juga mengingatkan
pentingnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan
pelabuhan..jpeg)
Afriansyah bersama peserta RAT Induk Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat
Perlindungan melalui jaminan sosial, penyediaan alat pelindung diri, dan budaya kerja yang aman dinilai harus berjalan seiring dengan kemajuan teknologi.
Sementara itu, Ketua Umum Inkop
TKBM Pelabuhan HM Nasir menegaskan digitalisasi akan diterapkan secara bertahap
di seluruh jaringan koperasi TKBM dalam satu tahun ke depan. Langkah tersebut
juga akan mendukung pengembangan berbagai unit usaha koperasi, sehingga mampu
meningkatkan pelayanan sekaligus kesejahteraan para pekerja pelabuhan di
seluruh Indonesia. (*/red).
