Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kemnaker Perkuat Kolaborasi dengan Industri KEK Mandalika, MagangHub Jadi Jembatan Talenta Siap Kerja

Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:40 WIB Last Updated 2026-07-04T12:40:25Z
Klik
Menaker Yassierli saat Diskusi Identifikasi Ketenagakerjaan dan Pelatihan KEK Mandalika di Lombok Tengah NTB



LOMBOK TENGAH, FAKTABANDUNGRAYA,--- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika melalui Program Magang Nasional (MagangHub) dan pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri. Langkah ini dilakukan untuk memperluas penyerapan tenaga kerja sekaligus menyiapkan lulusan baru yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha.


Komitmen tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli saat menghadiri diskusi Identifikasi Ketenagakerjaan dan Pelatihan di KEK Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Jumat (3/7/2026).

Yassierli mengajak perusahaan-perusahaan di KEK Mandalika bergabung dalam platform MagangHub agar semakin banyak generasi muda memperoleh pengalaman kerja sekaligus peluang direkrut sebagai karyawan tetap.

"Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk meningkatkan serapan tenaga kerja, terutama di tengah bertambahnya jumlah lulusan perguruan tinggi setiap tahun," ujarnya.

Pemerintah menargetkan peserta MagangHub meningkat menjadi 150 ribu orang pada 2026 setelah mendapat dukungan Presiden Prabowo Subianto. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan sebelumnya, sekitar 30 persen peserta magang berhasil direkrut menjadi karyawan tetap, sementara tingkat kepuasan peserta dan perusahaan mencapai lebih dari 85 persen.

Menaker YAssierli bersama peserta diskusi KEK Mandalika-NTB



Selain memperluas program magang, Kemnaker juga akan memperkuat pelatihan vokasi yang sepenuhnya disesuaikan dengan kebutuhan industri di kawasan KEK. Melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur beserta jaringan BLK UPTD, pemerintah akan menyiapkan tenaga kerja yang memiliki keterampilan, sertifikasi, dan kompetensi sesuai kebutuhan sektor pariwisata dan industri pendukung.

"Kita harus memastikan pelatihan benar-benar mengikuti kebutuhan industri agar lulusan siap bekerja sejak hari pertama," tegas Yassierli.

Melalui sinergi tersebut, Kemnaker berharap kebutuhan tenaga kerja di KEK Mandalika dapat dipenuhi oleh putra-putri daerah yang kompeten, sehingga pertumbuhan investasi mampu berjalan seiring dengan meningkatnya kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat di Nusa Tenggara Barat. (*/red).

×
Berita Terbaru Update