![]() |
| Disbudpar gelar Diskusi jejak sejarah di Museum kota Bandung |
Diskusi menghadirkan sejarawan dan
akademisi Dr. Miftahul Falah, M.Hum., serta peneliti sejarah Atep Kurnia.
Kegiatan tersebut diikuti unsur legislatif, perangkat daerah, komite kebudayaan
dan masyarakat umum.
Miftahul Falah mengungkapkan,
penamaan jalan di Bandung mengalami perubahan mengikuti dinamika sejarah,
terutama setelah masa dekolonisasi. Salah satunya kawasan Jalan Dipati Ukur
yang pernah dikenal sebagai Ring Boulevard dan Beatrix Boulevard.
“Setiap jejak masyarakat yang
terjadi pada masa lampau itu adalah sejarah. Dan yang menyatakan sejarahnya
bukan peristiwanya, melainkan kita,” ujar Miftahul.
Sementara Atep Kurnia menyoroti
sejarah perkembangan taman kota yang berkaitan erat dengan pembentukan Haminte
Bandung pada 1906. Salah satu kawasan yang dibahas adalah Pieterspark, yang
menjadi bagian dari perkembangan ruang kota pada masa kolonial.
![]() |
| Foto2 jejak sejarah Kota Bandung di Museum Kota Bandung |
Di antaranya, Taman Balai Kota
direkomendasikan kembali menggunakan nama Taman Merdeka, Taman Lansia menjadi
Taman Cisangkuy, serta Taman Dewi Sartika menjadi Taman Wastukancana.
Melalui kegiatan ini, Disbudpar
berharap kajian sejarah tidak berhenti di ruang diskusi, tetapi menjadi pijakan
dalam menjaga identitas kota, melestarikan warisan budaya dan menata ruang
publik Bandung agar semakin memiliki karakter sejarah yang kuat. (*/red).

