![]() |
| Wali kota Bandung bersama Forkopimda dalam acara HJKB 216 |
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
mengatakan kekuatan sejarah, budaya, kreativitas masyarakat, serta kolaborasi
lintas sektor menjadi modal penting bagi Bandung untuk berkembang sebagai kota
kreatif berkelas dunia.
Hal itu disampaikan Farhan saat memimpin
Upacara Peringatan Hari Jadi ke-216 Kota Bandung (HJKB) di Plaza Balai Kota
Bandung, Jumat (25/9/2026).
Menurut Farhan, tema HJKB tahun
ini, “Solidarity in Harmony”, dipilih untuk mempertegas karakter Bandung
sebagai kota internasional dengan sejarah yang memiliki arti penting bagi
dunia.
“Sengaja kami pilih tema dalam
bahasa Inggris untuk memberikan kesan bahwa Kota Bandung adalah kota
internasional,” ujar Farhan.
Ia mengingatkan, perjalanan Bandung
tidak terlepas dari berbagai momentum bersejarah, mulai dari perkembangan kota
sejak 1810, julukan Paris van Java, perjuangan Bandung Lautan Api 1946, hingga
Konferensi Asia Afrika 1955.
Semangat solidaritas yang lahir
dari Konferensi Asia Afrika, kata Farhan, hingga kini menjadi bagian dari
karakter Bandung dan berkembang menjadi kekuatan kolaborasi antara pemerintah,
masyarakat, komunitas, akademisi, pelaku usaha, seniman, serta generasi muda.
Farhan menilai ekosistem kreatif menjadi salah satu kekuatan utama Bandung. Aktivitas seni, budaya, olahraga, teknologi, dan ekonomi kreatif terus tumbuh di berbagai ruang kota, termasuk kawasan Braga, Asia Afrika dan Cikapundung.

Wali kota Bandung M Farhan bersama ASN penerima penghargaan HJKB216
“Hadirnya ruang-ruang yang
memungkinkan terjadinya pertemuan solidaritas itu telah membawa Kota Bandung
menjadi kota yang begitu vibrant dan menarik perhatian banyak orang,” katanya.
Menurutnya, perkembangan tersebut
harus diimbangi dengan upaya menjaga identitas lokal. Bandung harus mampu
menerima gagasan baru dan mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan karakter
sejarah dan budayanya.
“Bandung harus terus memperkuat
identitasnya sebagai kota yang maju, berlevel dunia, ramah, dan berkelanjutan,”
tegas Farhan.
Pada momentum HJKB ke-216, Farhan
mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga semangat kebersamaan. Sebab,
kekuatan Bandung tidak hanya ditentukan pembangunan fisik, tetapi juga oleh
kreativitas dan solidaritas warganya.
Dengan sejarah sebagai fondasi,
kreativitas sebagai kekuatan, dan kolaborasi sebagai penggerak, Bandung terus
menatap masa depan sebagai kota kreatif yang berdaya saing global tanpa
meninggalkan jati dirinya. (*)
