Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

IdeaFest 2026 Dorong Manusia Tetap Jadi Pusat di Tengah Gempuran AI

Sabtu, 05 September 2026 | 23:01 WIB Last Updated 2026-09-05T16:01:48Z
Klik
IdeaFest 2026 Dorong Manusia Tetap Jadi Pusat di Tengah Gempuran AI



JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Perkembangan artificial intelligence (AI) yang semakin masuk ke berbagai sisi kehidupan mendorong IdeaFest 2026 mengangkat tema “Re”. Festival kreatif yang memasuki penyelenggaraan ke-15 itu mengajak masyarakat kembali menempatkan manusia sebagai pusat inovasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

IdeaFest 2026 berlangsung pada 4–6 September 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta Selatan. Tahun ini, lebih dari 500 pembicara hadir dalam lebih dari 160 sesi yang membahas AI, kreativitas, bisnis, teknologi, entertainment, budaya hingga perubahan cara manusia bekerja.

Co-Chair IdeaFest Ben Soebiakto mengatakan, tema “Re” merupakan ajakan untuk melihat kembali hal-hal yang membuat manusia tetap penting ketika teknologi berkembang semakin cepat.

“Teknologi dapat memperluas potensi manusia tanpa kehilangan kreativitas, empati, dan makna,” ujar Ben.

Menurutnya, selama 15 tahun IdeaFest telah mempertemukan lebih dari 2.500 pembicara nasional dan internasional melalui lebih dari 1.000 sesi, dengan total lebih dari 200.000 pengunjung.

Tema tersebut menjadi semakin relevan seiring meningkatnya penggunaan AI di dunia kerja. Data PwC menunjukkan, 69 persen pekerja di Indonesia telah menggunakan AI untuk pekerjaan mereka dalam setahun terakhir, sementara 16 persen menggunakannya setiap hari.

Di sisi lain, ekonomi kreatif Indonesia telah berkontribusi lebih dari Rp1.500 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dan menyerap lebih dari 26,5 juta tenaga kerja.

Content Lead & BrainTrust IdeaFest, Firdza Radiany, mengatakan kurasi IdeaFest 2026 berangkat dari pertanyaan sederhana namun penting: bagaimana manusia tetap menjadi pusat ketika teknologi berkembang semakin pesat.

IdeaFest 2026 berlangsung pada 4–6 September 2026 di JICC, Senayan, Jakarta Selatan

.
Karena itu, IdeaFest tidak hanya membahas AI dari sisi teknologi, tetapi juga mengangkat dampaknya terhadap kreativitas, budaya, bisnis dan kehidupan sehari-hari.

Pandangan serupa disampaikan CEO dan Co-Founder Smartick Indonesia Galih Sulistyaningra. Menurutnya, AI dapat mempercepat proses kreatif dan membuka ruang eksplorasi ide. Namun, pengalaman, emosi, intuisi serta kemampuan manusia memahami konteks tetap menjadi faktor penting dalam menciptakan karya yang memiliki identitas dan makna.

Sementara itu, SVP-Head of Corporate Communications Indosat Ooredoo Hutchison Ovidia Nomia menilai AI seharusnya menjadi enabler, sementara manusia tetap menjadi pengarah.

“AI memberi kita kemampuan untuk melakukan lebih banyak hal dengan lebih cepat. Namun, manusialah yang tetap menentukan arah, tujuan, dan dampaknya,” katanya.

Selain menghadirkan forum diskusi, IdeaFest 2026 memperkuat konsep “Re” melalui berbagai experiential activations dan kolaborasi lintas industri. IdeaFest Picks, misalnya, mempertemukan brand lokal, UMKM dan pelaku kreatif melalui kolaborasi dengan JKTGo.

Festival ini juga menggandeng Collect Con yang mempertemukan kreator, kolektor dan komunitas, serta ESCAPE melalui berbagai instalasi interaktif yang mengajak pengunjung terlibat langsung dalam pengalaman seni, kreativitas dan teknologi.

Melalui rangkaian tersebut, IdeaFest ingin menegaskan bahwa di tengah kemajuan AI, manusia tetap memiliki peran sebagai creator, thinker, collaborator sekaligus decision-maker. (*/red). 

Dengan kata lain, teknologi boleh semakin pintar, tetapi manusia tetap memegang kendali atas arah, tujuan, dan makna dari setiap inovasi.


×
Berita Terbaru Update