![]() |
| Menteri Naker Yassierli bersama peserta Magang Hub 2 |
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli
mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat
transisi lulusan perguruan tinggi menuju dunia kerja. Peserta akan memperoleh
pengalaman profesional sekaligus mengembangkan keterampilan, kompetensi, dan
portofolio.
“Program Pemagangan Nasional ini
hadir untuk memberikan kesempatan bagi anak-anak bangsa untuk belajar, menambah
pengalaman, skill, kompetensi, dan portofolio,” ujar Yassierli dalam Kick Off
Program Pemagangan Lulusan Perguruan Tinggi Batch 2 Angkatan II di Gedung
Vokasi Kemnaker, Jakarta, Rabu (23/9/2026).
Kemnaker menegaskan program ini
bukan untuk menggantikan pekerja reguler. Peserta tidak diperbolehkan bekerja
dengan jam berlebih maupun pada shift malam. Tugas yang diberikan juga harus
berada dalam koridor pembelajaran dan pengembangan kompetensi.
Program ini turut melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Mahkamah Konstitusi, Sekretariat Jenderal DPR RI, Kemenko Perekonomian, dan Sekretariat Kabinet RI.
![]() |
| Menaker bersama2 menekan tombol tanda dimulainya MagangHub Batch 2 |
Aspek inklusivitas juga menjadi bagian pelaksanaan Batch 2. Sebanyak 15 peserta penyandang disabilitas dinyatakan lolos dan akan mengikuti pemagangan di instansi maupun perusahaan mitra.
Dengan tambahan 40.962 peserta,
total peserta MagangHub mencapai 87.122 orang, terdiri atas 46.160 peserta
Batch 1 dan 40.962 peserta Batch 2. Pemerintah menyiapkan total kuota 150.000
peserta, dengan Batch 3 direncanakan dibuka pada awal November 2026 setelah
evaluasi pelaksanaan program.
Yassierli meminta peserta
memanfaatkan pemagangan sebagai ruang belajar sekaligus membangun nilai tambah
sebelum memasuki persaingan dunia kerja.
“Formula sukses magang itu adalah
learn, belajar cepat, contribute, dan be different,” tegasnya. (*/red).

.jpeg)