Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Potensi Zakat Jabar Capai Rp30 Triliun, BAZNAS Perkuat Sinergi hingga Kabupaten/Kota

Selasa, 15 September 2026 | 19:00 WIB Last Updated 2026-09-15T12:00:55Z
Klik
Pertemuan Silaturahmi Pimpinan BAZNAS Kabupaten-kota se-Jabar di Pesantren Sains & Teknologi Daurl Hikam-Dago Giri Bandung



BANDUNG BARAT, FAKTABANDUNGRAYA,--- Potensi zakat Jawa Barat yang disebut mencapai sekitar Rp30 triliun dinilai belum tergarap secara maksimal. Kondisi tersebut mendorong BAZNAS Jawa Barat bersama BAZNAS kabupaten/kota memperkuat sinergi agar zakat tidak hanya terkumpul lebih besar, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Penguatan kolaborasi itu dibahas dalam Pertemuan Silaturahmi Pimpinan BAZNAS Kabupaten dan Kota se-Jawa Barat di Pesantren Sains & Teknologi Darul Hikam, Dago Giri, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (11/9/2026).

Ketua BAZNAS Jabar, Dr. H. Anang Jauharudin, mengatakan kekuatan pengelolaan zakat di Jawa Barat tidak cukup dibangun oleh masing-masing lembaga. Diperlukan orkestrasi antarlembaga agar potensi zakat yang besar dapat dihimpun dan dikelola secara lebih optimal.

“Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan antarpimpinan, tetapi menjadi ruang untuk menyatukan visi, memperkuat koordinasi, serta membangun langkah bersama agar potensi zakat di Jawa Barat dapat dikelola semakin optimal dan memberikan kemaslahatan yang lebih luas bagi umat,” ujar Anang.

Menurutnya, angka Rp30 triliun bukan sekadar target penghimpunan. Jika dikelola secara profesional, zakat dapat menjadi kekuatan pemberdayaan untuk membantu masyarakat keluar dari persoalan sosial dan ekonomi.

Zakat dapat diarahkan untuk berbagai program, mulai pendidikan, kesehatan, ekonomi, kemanusiaan, dakwah hingga pemberdayaan masyarakat.

Kepercayaan Publik Jadi Kunci

Pimpinan BAZNAS RI Pembina Wilayah Jawa Barat, Dr. H. Rizaludin Kurniawan, turut memberikan materi mengenai target dan optimalisasi penghimpunan zakat 2026–2027.

Sementara Ketua BAZNAS RI, Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, menekankan pentingnya memperkuat posisi BAZNAS di setiap daerah sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan zakat nasional.

Ketua Baznas RI Dr.Ir.H. Sodik Mujahid menerima cindramata
 dari Ketua BAznas Jabar Dr.H. Anang Jauharudin


“BAZNAS di daerah harus menjadi lembaga yang semakin kuat, profesional, dan dipercaya masyarakat. Sinergi antara BAZNAS RI, BAZNAS provinsi, dan BAZNAS kabupaten/kota menjadi kunci agar potensi zakat dapat dihimpun dan dikelola secara lebih efektif,” kata Sodik.

Ia menilai peningkatan penghimpunan harus berjalan seiring dengan perbaikan tata kelola, transparansi serta kualitas pendistribusian dan pendayagunaan zakat.

Kepercayaan masyarakat menjadi faktor penting. Semakin jelas manfaat zakat yang disalurkan, semakin besar pula peluang masyarakat untuk mempercayakan zakatnya melalui lembaga resmi.

Anang menegaskan, tujuan utama BAZNAS bukan semata mengejar besarnya dana yang dihimpun, melainkan memastikan setiap rupiah yang dipercayakan muzaki menghasilkan manfaat yang terukur dan berkelanjutan.

“Orientasi kita bukan hanya menghimpun sebanyak-banyaknya, tetapi memastikan setiap dana yang dipercayakan oleh muzaki memberikan dampak yang terukur dan berkelanjutan,” tegasnya.

Melalui penguatan koordinasi seluruh BAZNAS kabupaten/kota, BAZNAS Jabar berharap potensi zakat yang besar tersebut dapat dikonversi menjadi program pemberdayaan yang nyata sekaligus menjadi salah satu instrumen strategis untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat Jawa Barat. (*/red). 

×
Berita Terbaru Update