Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Banjir Lintas Wilayah, Farhan Dorong Solusi Bandung Raya dan Siapkan Rp800 Miliar

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 14:33 WIB Last Updated 2026-10-03T07:33:38Z
Klik
Wali Kota Bandung M. Farhan mendorong solusi berbasis kawasan Bandung Raya karena aliran air melintasi Kota Bandung, Kabupaten Bandung hingga Kota Cimahi.


BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Penanganan banjir di Bandung Selatan tak lagi bisa dilakukan dengan pendekatan batas administratif. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mendorong solusi berbasis kawasan Bandung Raya karena aliran air melintasi Kota Bandung, Kabupaten Bandung hingga Kota Cimahi.

Farhan mengatakan, kawasan selatan Jalan Soekarno-Hatta menjadi salah satu titik yang membutuhkan penanganan serius. Untuk wilayah timur dari Buahbatu hingga Cibiru, Pemkot Bandung menyiapkan konsep pembangunan kolam retensi berukuran besar dengan kebutuhan anggaran awal sekitar Rp800 miliar.

“Yang harus kita lakukan sekarang adalah membangun kolam retensi baru yang besar-besar di daerah timur,” ujar Farhan di Polrestabes Bandung, Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, pembangunan kolam retensi diperlukan untuk menampung limpasan air sebelum dipompa kembali. Skema ini dinilai lebih tepat dibanding konsep lama yang memperbesar saluran air menuju wilayah selatan karena berpotensi memindahkan risiko banjir ke daerah lain.

Farhan menyebut, kebutuhan anggaran tersebut masih akan dikonfirmasi melalui desain teknis bersama pemerintah pusat dan Bappenas. Pembiayaan nantinya diharapkan dapat dilakukan melalui kolaborasi pemerintah pusat dan sumber pendanaan lainnya.

Sementara kawasan barat Bandung Selatan, seperti Buahbatu, Muhammad Toha, Kopo, Cibaduyut hingga Cimindi, membutuhkan penanganan lintas daerah karena berbatasan langsung dengan Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi.

M.Farhan menjelaskan pola penaganan Banjir


“Kalau bagian barat, karena semua bersentuhan dengan kabupaten dan Kota Cimahi terutama di Cimindi. Saya menunggu koordinasi dari Pak Gubernur untuk mempertemukan kami bertiga, lalu kita cari solusi bersama,” katanya.

Farhan menilai persoalan banjir harus ditangani dengan pendekatan aglomerasi Bandung Raya, bukan berdasarkan wilayah pemerintahan masing-masing.

“Solusi aglomerasi lah, seperti solusi sampah,” ujarnya.

Ia berharap Pemprov Jawa Barat segera memfasilitasi koordinasi antardaerah agar penanganan banjir dapat dilakukan secara terpadu dan tidak berhenti pada batas wilayah administratif. (kyy/red).

×
Berita Terbaru Update