![]() |
| BPDAS Citarum-Ciliwung melakukan pendampingan bagi KTH Rumpin untuk terus berkembang dan mandiri |
Kepala BPDAS Citarum Ciliwung Heru
Permana mengatakan kegiatan ini merupakan pendampingan lanjutan bagi KTH yang
sebelumnya terlibat program Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL). Tujuannya agar
kelompok tidak berhenti setelah program selesai.
“Kami mendorong agar KTH dapat
terus berkembang, mandiri, serta mampu mengelola potensi yang ada di
lingkungannya,” ujar Heru.
Agenda diawali dengan reorganisasi
kepengurusan dan pengurusan legalitas melalui Surat Keputusan Kepala Desa.
Legalitas ini menjadi dasar registrasi KTH dalam database Sistem Informasi
Penyuluhan (Simluh).
Anggota kelompok juga belajar
teknik pembibitan di Persemaian Permanen Rumpin, mulai dari penyemaian benih
hingga okulasi. Mereka mendapat informasi soal peluang bibit gratis menggunakan
KTP sesuai ketentuan.
Kunjungan berlanjut ke BP2SDM
Wilayah III Bogor. Di sana, peserta mempelajari penangkaran lebah madu dan
budidaya jamur tiram sebagai alternatif usaha produktif.
Meski RHL selesai pada 2024, BPDAS
tetap mendampingi KTH. Anggota diharapkan menjaga tanaman hasil rehabilitasi
yang mulai berbuah, membangun jejaring, dan mengembangkan usaha sesuai potensi
wilayah.
Kepala Seksi RHL BPDAS Citarum
Ciliwung Bagus Prakoso mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya
pendampingan untuk memperkuat kapasitas kelompok secara berkelanjutan.
Perubahan dan pengembangan kelompok
dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten oleh
anggota kelompok itu sendiri. “Dimulai dari diri sendiri, dari hal yang kecil,
dimulai saat ini,” pungkasnya. (*/sein).
.jpeg)