Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Buruan SAE, SMPN 50 Bandung Ubah Tumpukan Berangkal Jadi Kebun Produktif

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:48 WIB Last Updated 2026-10-02T12:48:55Z
Klik
Melalui Program Buruan SAE, Kepala SMPN 50 Bandung Asep Ramdani merubah tumpukan  brangkal menjadi laha produktif


  
BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA, --- Lahan yang sebelumnya hanya menjadi tumpukan berangkal di kompleks SMPN 50 Bandung kini berubah menjadi kebun produktif. Melalui program Buruan Saé, sekolah mengajak siswa dan guru belajar bercocok tanam sekaligus mengenal ketahanan pangan secara langsung.

Kepala SMPN 50 Bandung Asep Ramdani mengatakan, pemanfaatan lahan tersebut berawal dari keinginannya mengubah ruang yang tidak produktif menjadi sarana pembelajaran ketika mulai bertugas pada Juni 2025.

“Lahan awalnya itu tumpukan berangkal. Saya berpikir bagaimana kalau lahan yang tadinya tidak efektif dan tidak berguna kita jadikan sesuatu yang bermanfaat,” ujar Asep dalam podcast Basa Basi PWI Kota Bandung, Kamis (1/10/2026).

Program tersebut kemudian dikembangkan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung melalui pendampingan penyuluh pertanian. Hasilnya, SMPN 50 Bandung telah tiga kali panen berbagai komoditas, seperti pakcoy, kangkung, dan tanaman obat keluarga (Toga).

Sekolah juga mendapat bantuan 250 ekor ikan nila dan lele serta ayam petelur berikut kandang dan pakan. Untuk sementara, hasil panen dimanfaatkan memenuhi kebutuhan warga sekolah.

Asep menyebut program tidak berhenti pada budidaya. Sekolah tengah menyiapkan pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah, seperti jus pakcoy, minuman instan jahe, hingga olahan lidah buaya.

Sementara itu, Penyuluh Pertanian Ahli Pertama Asep Tristian mengatakan, keberhasilan program sangat ditentukan oleh konsistensi sekolah. Para guru juga mendapat pelatihan melalui program Nawadahan yang mencakup pembibitan, budidaya hingga pascapanen.

“Di SMPN 50 ini berbeda, Pak Kepala Sekolahnya sangat konsen,” katanya.

Bagi siswa, kebun sekolah menjadi ruang belajar yang lebih nyata. Mereka tidak hanya menerima teori, tetapi terlibat langsung merawat tanaman dan mengamati proses pertumbuhan.

Asep menegaskan, ketahanan pangan tidak selalu membutuhkan lahan luas. Pekarangan sekolah maupun rumah dapat dimanfaatkan untuk sayuran, tanaman obat hingga perikanan, selama komoditas disesuaikan dengan kondisi lahan dan paparan sinar matahari.

“Pangan itu bukan hanya padi. Pemanfaatan lahan pekarangan bisa dikembangkan sebagai ketahanan pangan,” ujarnya. (*/red). 

×
Berita Terbaru Update