Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dari Jakarta ke Panggung WCCE 2026, Butter Baby Jadikan Donat Media Diplomasi Kreatif Lintas Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:30 WIB Last Updated 2026-10-23T11:30:05Z
Klik
Butter Baby di World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026



JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Jenama kuliner asal Jakarta, Butter Baby, membuktikan bahwa produk F&B dapat menjadi medium diplomasi budaya dan narasi kreatif di tingkat internasional. Dua pendirinya, Henry dan Nick Burch, membagikan wawasan tersebut dalam sesi bertajuk “Brand Diplomacy Through Food” pada ajang World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Bagi Butter Baby, donat bukan sekadar produk kuliner, melainkan pintu masuk menuju multimedia universe "Butterlandia"—sebuah ekosistem kreatif yang memadukan produk, desain karakter, animasi, hingga arsitektur ruang ritel.

Melalui pendekatan berbasis storytelling ini, Butter Baby memaparkan strategi bagaimana merek lokal dapat membangun relevansi global tanpa mengikis identitas aslinya.

“Bagi kami, membangun brand adalah tentang menciptakan dunia yang ingin dimasuki orang-orang. Produk menjadi titik awal, sementara storytelling, animasi, dan desain membantu menghadirkan karakter serta pengalaman yang utuh,” ujar Co-founder Butter Baby, Nick Burch.

Bawa Energi Kreatif Jakarta ke Panggung Global

Butter Baby di World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026


Eksplorasi naratif Butter Baby kini telah hadir dalam berbagai ruang publik skala nasional dan internasional. Selain flagship store di Jakarta, identitas visual Butter Baby turut mewarnai instalasi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta hingga pop-up store di Los Angeles, Amerika Serikat.

Co-founder Butter Baby, Henry Burch, menegaskan bahwa Jakarta senantiasa menjadi fondasi utama dalam setiap eksperimen kreatif mereka.

“Jakarta memberi kami energi dan keberanian untuk bereksperimen secara terbuka. Kami ingin membawa semangat itu ke setiap pengalaman Butter Baby, sekaligus membuktikan bahwa ide yang lahir dari Jakarta mampu terhubung dengan audiens global,” ungkap Henry.

Partisipasi Butter Baby di WCCE 2026 makin mempertegas peran anyar industri F&B Indonesia: tidak hanya sebagai penyuplai produk konsumsi, tetapi juga sebagai ruang pertukaran budaya dan penggerak ekonomi kreatif berbasis imajinasi. (*/red).

×
Berita Terbaru Update