![]() |
| Butter Baby di World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 |
Bagi Butter Baby, donat bukan
sekadar produk kuliner, melainkan pintu masuk menuju multimedia universe
"Butterlandia"—sebuah ekosistem kreatif yang memadukan produk, desain
karakter, animasi, hingga arsitektur ruang ritel.
Melalui pendekatan berbasis storytelling
ini, Butter Baby memaparkan strategi bagaimana merek lokal dapat membangun
relevansi global tanpa mengikis identitas aslinya.
“Bagi kami, membangun brand adalah
tentang menciptakan dunia yang ingin dimasuki orang-orang. Produk menjadi titik
awal, sementara storytelling, animasi, dan desain membantu menghadirkan
karakter serta pengalaman yang utuh,” ujar Co-founder Butter Baby, Nick Burch.
Bawa Energi Kreatif Jakarta ke Panggung Global
![]() |
| Butter Baby di World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 |
Eksplorasi naratif Butter Baby kini
telah hadir dalam berbagai ruang publik skala nasional dan internasional.
Selain flagship store di Jakarta, identitas visual Butter Baby turut mewarnai
instalasi di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta hingga pop-up store di Los
Angeles, Amerika Serikat.
Co-founder Butter Baby, Henry
Burch, menegaskan bahwa Jakarta senantiasa menjadi fondasi utama dalam setiap
eksperimen kreatif mereka.
“Jakarta memberi kami energi dan
keberanian untuk bereksperimen secara terbuka. Kami ingin membawa semangat itu
ke setiap pengalaman Butter Baby, sekaligus membuktikan bahwa ide yang lahir
dari Jakarta mampu terhubung dengan audiens global,” ungkap Henry.
Partisipasi Butter Baby di WCCE
2026 makin mempertegas peran anyar industri F&B Indonesia: tidak hanya
sebagai penyuplai produk konsumsi, tetapi juga sebagai ruang pertukaran budaya
dan penggerak ekonomi kreatif berbasis imajinasi. (*/red).
%202026%20(1).jpg)
%202026.jpg)