![]() |
| Menteri Naker Yassierli |
Ajakan tersebut disampaikan
Yassierli saat membuka Temu Mitra Ketenagakerjaan bertajuk “Mewujudkan Pasar
Kerja Inklusif: Mempromosikan Penempatan Tenaga Kerja Penyandang Disabilitas”
di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026).
Kemnaker, kata Yassierli, siap
membantu perusahaan menyiapkan tenaga kerja melalui pelatihan gratis.
Perusahaan dapat berkoordinasi mengenai kebutuhan kompetensi, kemudian
memberikan kesempatan kerja kepada peserta setelah menyelesaikan pelatihan.
“Biar kami yang melatih dan
menyiapkan, biaya pelatihannya gratis dari Kemnaker. Kami hanya minta tolong,
setelah mereka dilatih, bapak dan ibu bisa serap,” ujar Yassierli.
Ia menegaskan, dukungan dunia usaha
tidak cukup hanya dengan merekrut. Penyesuaian lingkungan kerja juga diperlukan
agar pekerja penyandang disabilitas dapat bekerja secara optimal dan memiliki
peluang mengembangkan karier.
“Saya pastikan mereka akan
memberikan value buat perusahaan. Bahkan kita berharap mereka dapat melakukan
sesuatu dan memiliki kesempatan karier yang lebih besar,” katanya.
Kemnaker juga tengah menyiapkan pusat pengembangan talenta penyandang disabilitas yang dilengkapi sarana sesuai ragam kebutuhan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kompetensi sekaligus membantu perusahaan memahami bentuk penyesuaian tempat kerja.
.jpeg)
Yassierli bersama peserta Temu Mitra ketenagakerjaan
Yassierli mengingatkan, keterlibatan
penyandang disabilitas dalam dunia kerja juga merupakan amanat UU Nomor 8 Tahun
2016. Pemerintah, pemerintah daerah, BUMN, dan BUMD diwajibkan mempekerjakan
sedikitnya 2 persen penyandang disabilitas, sedangkan perusahaan swasta
sedikitnya 1 persen.
“Tolong disampaikan ke perusahaan
dan direksi bahwa ini adalah kewajiban kita,” tegasnya.
Untuk memperkuat penempatan,
Kemnaker mendorong Disnaker dan Unit Layanan Disabilitas (ULD) memperbaiki
pemetaan calon tenaga kerja disabilitas. Dengan data dan pemetaan yang lebih
baik, pelatihan dapat disesuaikan dengan kompetensi peserta sekaligus kebutuhan
nyata dunia usaha. (*/red).
