Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Prof Reda Dorong Satlinmas dan BPD Solid, Kesejahteraan Linmas Jadi Sorotan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 06:44 WIB Last Updated 2026-10-03T23:44:42Z
Klik
Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejagung RI sekaligus Ketua Dewan Pengawas DPP Abpednas, Prof. Reda Manthovani bersama pengurus dan anggota Adpednas


JAKARTA, FAKTABANDUNGRAYA,--- Penguatan organisasi hingga tingkat desa dinilai penting untuk memastikan pelayanan dan pembangunan benar-benar menyentuh masyarakat.

Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI sekaligus Ketua Dewan Pengawas DPP Abpednas, Prof. Reda Manthovani, meminta Satlinmas dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) memperkuat soliditas dalam menjalankan tugas.

Pesan tersebut disampaikan Reda di Jakarta, Sabtu (3/10/2026), sekaligus menegaskan kembali amanatnya dalam rangkaian Kemah Bhakti Satya Linmas dan pengukuhan pengurus Aslinmas serta Abpednas di Lampung pada 24 September 2026.

Menurut Reda, pengurus organisasi di tingkat cabang tidak boleh sekadar menjalankan tugas administratif. Mereka harus mampu membangun kekompakan dan menyelesaikan persoalan yang muncul di wilayah masing-masing.

“Untuk bisa solid dalam mengurus masalah-masalah di lingkungannya. Karena mereka kan sudah jadi pengurus DPC, berarti bertanggung jawab di lingkungannya masing-masing,” kata Reda.

Ia juga mendorong Abpednas memperkuat fungsi pengawasan terhadap tata kelola keuangan desa dan program pembangunan, sehingga pemerintahan desa berjalan transparan dan bertanggung jawab.

“Abpednas juga sama. Jadi mereka ini supaya solid untuk bisa menjaga tata kelola keuangan desa dan program-program yang ada di desa,” ujarnya.

Selain tata kelola desa, Reda menyebut pengelolaan sampah sebagai salah satu agenda jangka pendek. Dukungan kendaraan telah disiapkan untuk memperkuat pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.

Prof Reda bersama Adpednas


Sementara itu, Sekjen Abpednas Aditya Yusma menyoroti persoalan kesejahteraan anggota Satlinmas, terutama ketimpangan besaran insentif di berbagai daerah. Bahkan, menurutnya, masih ada anggota Linmas yang belum menerima insentif.

“Harapan kami pemerintah kota, kabupaten, provinsi sadar dan peduli memperhatikan nasib para Satlinmas ini, pejuang, patriot pelindung masyarakat,” kata Aditya.

Ia menilai Satlinmas dan BPD memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat. Penguatan kedua unsur tersebut diarahkan untuk mendukung gerakan pemilahan sampah sekaligus pembangunan dari desa sebagai bagian dari pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.

Soliditas organisasi, tata kelola desa yang baik, serta perhatian terhadap kesejahteraan Linmas pun dinilai menjadi tiga pijakan penting agar pengabdian di tingkat akar rumput tidak berhenti sebatas slogan. (Fadhli/red).


×
Berita Terbaru Update