Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Disdik Jabar Luncurkan Program Jabar Sakola : Bidik Anak Rentan Putus Sekolah

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 21:30 WIB Last Updated 2026-10-03T14:31:22Z
Klik
Disdik Jabar sosialisasikan program Jabar Sakola (PJS) bagi seluruh Bidang dab KCD pendidikan Wilayah I-XIII



BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pemerintah Provinsi Jawa Barat memperluas intervensi pendidikan melalui Program Jabar Sakola (PJS), yang dirancang untuk memastikan anak dari keluarga rentan tetap bersekolah dan tidak terhenti hanya karena persoalan biaya.

Program tersebut disosialisasikan Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar kepada seluruh bidang dan perwakilan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah I-XIII di Aula Dewi Sartika, Kantor Disdik Jabar, Kota Bandung, Kamis (1/10/2026).

Kepala UPTD Tikomdik Disdik Jabar, Mohammad Ibrahim, mengatakan PJS merupakan transformasi dari program beasiswa sebelumnya. Data penerima telah dipadankan dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan menghindari duplikasi dengan program pemerintah pusat seperti PIP dan PKH.

“Harapan kami, bantuan pendidikan benar-benar dirasakan oleh siswa yang membutuhkan,” ujarnya.

Kepala Bidang PSMA Disdik Jabar, Ai Nurhasan, menegaskan verifikasi faktual akan dilakukan oleh jajaran 13 KCD agar penerima bantuan benar-benar sesuai kondisi di lapangan.

PJS mencakup empat skema. PJS Personal menyasar siswa keluarga rentan yang tidak menerima PKH atau PIP, dengan bantuan untuk kebutuhan seperti seragam, buku dan transportasi.

Selanjutnya PJS Operasional memberikan keringanan SPP bagi siswa kelas 11 dan 12 di sekolah swasta yang memenuhi kriteria. Khusus SLB swasta, seluruh siswa mendapat fasilitas bantuan tanpa melihat desil ekonomi.

Ada pula PJS Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) untuk pembiayaan DSP dan subsidi SPP, serta PJS Mitra Industri berupa beasiswa penuh selama tiga tahun bagi siswa terpilih di SMK Mitra Industri Bekasi.

Melalui program ini, Pemprov Jabar menargetkan persoalan biaya tidak lagi menjadi alasan anak meninggalkan bangku sekolah sekaligus memperluas pemerataan akses pendidikan di Jawa Barat. (*/red). 

×
Berita Terbaru Update