Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Tekan Stunting Hingga 22,8 Persen, Pemkot Bandung Luncurkan Program 'Kawal Kiwari' Berbasis Aplikasi dan Klinik Khusus

Jumat, 23 Oktober 2026 | 20:01 WIB Last Updated 2026-10-23T13:01:19Z
Klik
Tekan Stunting Hingga 22,8 Persen, Pemkot Bandung Luncurkan Program 'Kawal Kiwari'


BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA,--- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat akselerasi penurunan angka stunting yang saat ini berada di posisi 22,8 persen. Melalui RSUD Bandung Kiwari, Pemkot meluncurkan inovasi program Kawal Kiwari, sebuah layanan terpadu yang mengintegrasikan pemantauan digital via aplikasi Tumbuh Kiwari dan pendampingan gizi di Klinik Raksa Anak.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, meresmikan langsung program tersebut di RSUD Bandung Kiwari, Kamis (22/10/2026).

Farhan menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai terobosan preventif untuk memutus rantai stunting sejak dini, terutama bagi kasus-kasus anak yang belum terlindungi pembiayaan BPJS Kesehatan.

“Kita tidak mau mereka penyakitan dulu. Justru sebelum penyakitan kita cegah bersama-sama melalui Kawal Kiwari. Ini bagian dari upaya preventif yang tepat sasaran,” tegas Farhan.

Integrasi Aplikasi Digital dan Pendampingan Online

Program Kawal Kiwari menyinergikan dua alur pelayanan utama untuk memastikan intervensi gizi berjalan berkelanjutan:

 M.Farhan memberikan bingkisan kepada Ibu dan Anak terkait program Kawal Kiwari


Aplikasi Tumbuh Kiwari: Digunakan untuk memonitor grafik tumbuh kembang anak secara berkala serta mendeteksi potensi stunting sejak dini.

Klinik Raksa Anak & Pendampingan Daring: Anak yang terindikasi stunting akan dirujuk untuk berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis gizi. Selanjutnya, pendampingan ibu dilakukan secara intensif via grup WhatsApp guna memastikan pola makan anak di rumah terawasi.

Penguatan Sektor Hilir Zero New Stunting

Direktur Utama RSUD Bandung Kiwari, Arief Budiman, menjelaskan bahwa Kawal Kiwari hadir untuk memperkuat program Zero New Stunting milik Dinas Kesehatan Kota Bandung dari sisi hilir.

“Jika program Dinas Kesehatan berfokus menekan munculnya kasus baru di hulu, Kawal Kiwari masuk di sektor hilir untuk memulihkan anak-anak yang sudah terindikasi stunting melalui perbaikan gizi dan pemantauan intensif,” jelas Arief.

Pemkot Bandung berharap model layanan kesehatan terpadu ini dapat diduplikasi oleh seluruh fasilitas kesehatan di Kota Bandung guna menciptakan generasi bebas stunting secara merata. (kyy/red).

×
Berita Terbaru Update