Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Wagub Demiz Sambut Baik Ajang Olimpiade Quran, Seni & Teknologi

Rabu, 26 April 2017 | 17:43 WIB Last Updated 2017-04-26T10:48:02Z
Klik
Wagub Demiz hadiri pembukaan ajang Olimpiade Quran, Seni
dan Teknologi, di SOR Arcamanik Bandung (foto:ist)
BANDUNG, FAKTABANDUNGRAYA.COM,  - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) menyambut baik ajang Olimpiade yang diikuti 3.560 peserta dari seluruh Indonesia dan Malaysia. Menurut Demiz, kegiatan Olimpiade International Quran, Seni, dan Teknologi 2017 ke 3 yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Muhammadiyah, di SOR Arcamanik, Kota Bandung Rabu (26/4),sangat positif untuk menciptakan generasi muda yang berkualitas dan berakhlaq Al-Qur’an.

Kegiatan seperti ini, kata Demiz, sebagai sarana strategis untuk menciptakan generasi atau Sumber Daya Manusia berkualitas. Apalgai saat ini kita telah memasuki era persaingan global, seperti Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

"Kita membutuhkan generasi muda yang berakhlak Al-Quran. Mengingat begitu besar ancaman-ancaman ke depan buat bangsa ini. Antara lain narkoba, seks bebas, pornografi, LGBT, dan lain-lain sebagainya," ujar Demiz usai acara pembukaan.

Dikatakan, tanpa kekuatan iman dan taqwa akan mustahil kita bisa menghadapi ancaman-ancaman tersebut. Terlebih dengan era teknologi atau digital saat ini kita tidak bisa mengawasi anak-anak selama 24 jam sehari.

"Demikian deras arus informasi yang tidak bisa kita tahan masuk ke ruang-ruang pribadi kita saat ini," ucap Demiz.

Lebih lanjut, Demiz juga menelaskan ajang Olimpiade ini sebagai sarana kreativitas untuk mengolah cita rasa kesenian generasi muda. Saat ini, kita memasuki era gelombang ekokomi keempat, yakni era ekonomi kreatif. Untuk itu, momentum ini sangat penting untuk mengembangkan sisi kreatifitas yang bisa berdampak pada perkembangan dunia pariwisata berbasis cultural industry.

"Apalagi kita (Jawa Barat) punya begitu banyak nilai-nilai budaya yang bisa dikembangkan. Karena kepariwisataan saat ini tidak hanya berbasis alam tapi juga berbasis industri kultural, industri budaya," papar Demiz.

"Saya kira secara singkat, dengan Ilmu Pengetahuan hidup menjadi mudah, dengan Agama hidup lebih terarah, dan dengan Seni hidup menjadi lebih indah. Jadi tiga aspek ini sangat dibutuhkan di era sekarang ini," tambahnya.

Ada banyak cabang yang dilombakan pada Olimpiade ini, diantaranya: Tilawah Quran, Tartil Quran, Kaligrafi, Lagu Islami, Pidato Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, Robotik, Toys Design, Hifdzil Quran, Adzan, Inovasi Teknologi Pemelajaran, Web Majalah Sekolah, Rocket Air, Panahan, serta akan dipilih juga Kepala Sekolah Cemerlang.

Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir mengatakan, penyelenggaraan Olimpiade ini sebagai ajang silaturahim antar-sekolah Muhammadiyah seluruh Indonesia. Hal ini juga sebagai bukti komitmen Muhammadiyah dalam meningkatkan mutu di segala bidang, khususnya bidang pendidikan.

"Kita ingin pelayanan di semua jenjang pendidikan Muhammadiyah ditingkatkan menjadi pelayanan unggul yang mampu bersaing dengan lembaga-lembaga pendidikan lain di Tanah Air, bahkan kalau memungkinkan bersaing di tingkat negara-negara Asean dalam rangka Afta atau MEA yang sudah berjalan," ungkap Haedar Nashir dalam sambutannya. (hms/sein).
×
Berita Terbaru Update