Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

BKKBN Masifkan Kampung KB Mewujudkan SDM Berkualiatas

Rabu, 21 Maret 2018 | 09:34 WIB Last Updated 2018-03-21T07:14:57Z
Klik
BANDUNG, (FBR.Com),-- Pemerintah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) akan terus memasifkan Kampung Keluarga Berencana, karena melalui program Kampung KB, menurut dr Sigit Priohutomo MPH, Kampung KB tidak semata layanan KB tapi ada juga layanan kesehatan dan PKK yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manuasia.

Kepala Plt BKKBN dr Sigit Priohutomo MPH mengatakan, program Kampung KB yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi dua tahun silam di Cirebon yang digagasan Pemprov Jabar, kini sudah menjadi program Nasional. Progam kampung KB ini akan terus dimasifkan karena dinilai mampu mewujudkan SDM.

Untuk itu, kedepan kita sinergikan kegiatan yang ada di BKKBN dengan program kampung KB demi terwujdunya Sembilan agenda prioritas pembangunan (Nawa Cita) dan melaksanakan Strategi Pembangunan Nasional 2015-2019, melalui kampong KB.

Hal ini disampaikan Sigit Priohutomo, dalam acara Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) BKKBN Jawa Barat (Jabar) 2018 di Hotel Grand Aquila, Jalan Pasteur Bandung, Selasa (20/3/18).

Dengan tema “Penguatan Program Integrasi Kampung KB Dalam Mempercepat Terwujudnya Kualitas Sumber Daya Manusia Jawa Barat Yang Maju dan Sejahtera”. Kegiatan ini dihadiri oleh Para Pemangku Kepentingan Program KKBPK dari 27 kabupaten/kota se-Jabar dan mitra kerja BKKBN dari unsur pemerintah, swasta maupun masyarakat.

“Dari laporan Pelaksanaan Program dan Kegiatan di Kampung KB dari awal pencanangan di Cirebon, Jabar oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dua tahun lalu sampai dengan saat ini, Kampung KB telah dicanangkan di 7.657 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia,” ungkap Sigit.

Plt Kepala BKKBN mengatakan, sebagian Kampung KB baru berisi kegiatan, seperti layanan KB, kesehatan, dan PKK. Program dari sektor lain yang mengarah pada pembangunan sumber daya manusia belum banyak yang terintegrasi di dalamnya. Karena itulah, peningkatan kualitas Kampung KB menjadi salah satu prioritas BKKBN di 2018 ini.

"Dukungan komitmen yang bersinergi dan terpadu dari para Pemangku Kepentingan dan Mitra Kerja ini, diperlukan secara operasional mulai dari tingkat pusat hingga ke lini lapangan,” jelas Plt Kepala BKKBN.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Jabar Sukaryo Teguh Santoso mengatakan, sejumlah sasaran dalam program KKBPK di Jabar mampu melampaui sasaran yang ditetapkan dalam mendukung sasaran nasional, namun ada juga yang perlu didorong lagi dalam 2018 ini.

Teguh menambahkan, beberapa pencapaian positif seperti angka fertilitas total rate/TFR dan pemakaian kontrasepsi(Constraception Prevalenc Rate). Pencapaian TFR mampu melampaui sasaran sebesar, 2,24 anak per wanita usia subur (Susenas 2016) dari sasaran 2,38 di 2017. Demikian pula dengan CPR yang sudah pada posisi 74,91 persen (statistik rutin/RR) dari 65,6 persen.

Selain itu, sasaran yang melampaui target, seperti persentase peserta KB aktif MKJP (metode kontrasepsi jangka panjang), angka kelahiran pada remaja (ASFR 15-19 tahun) dan persentase kehamiln tidak diinginkan (KTD).
Teguh juga berharap melalui kegiatan forum Rakorda ini perlu untuk mengkoordinasikn beberapa rencana strategis program KKBPK tingkat nasional untuk diimplementasikan di Jabar. Dalam hal ini, BKKBN diberikan amanat untuk mensukseskan sembilan agenda Prioritas Nasional (Nawacita).

Seperti pada Nawacita ke-3, Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa. Nawacita ke-5, Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dan Nawacita ke-8, Melaksanakan Revolusi Karakter Bangsa.

“Keberpihakan KKBPK terebut, diwujudkan melalui Program Kampung KB. Melalui Kampung KB diharapkan program KKBPK dapat terintegrasi dengan lintas sektoral terkait dalam mewujudkan keluarga kecil berkulitas dengan semangat gotong-royong dan kemandirian dalam rangka meningkatkan kualitas hudup masyarakat di tingkatan wilayah dimana Kampung KB berada,” jelas dia.

Saat ini kampung KB di Jabar sudah sebanyak 1.326 Kampung KB tersebar di 27 kabupaten dan kota. Namun, kedepan kita juga akan terus upayakan agar kampung KB terus bertambah, bahkan kita inginkan seluruh desa/ kelurahan se Jabar, ada semua Kampung KB, tandasnya. (husein).
×
Berita Terbaru Update