Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Cek IPAL Industri Secara Berkala Masih Dilakukan Satgas Citarum

Minggu, 06 Januari 2019 | 07:22 WIB Last Updated 2019-01-06T00:22:25Z
Klik

FAKTABANDUNGRAYA.COM, CIMAHI,- Untuk memastikan industri produk tekstil yang berpotensi membuang limbahnya ke Sungai Cibaligo tetap konsisten mengelola IPAL-nya dengan baik, jajaran Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 13/Cimahi Selatan dan Tengah, melaksanakan patroli dan sidak ke sejumlah pabrik pada hari, Sabtu (5/1/2019).

Pabrik yang dilakukan sidak adalah PT Sinar Pangjaya Mulia, PT Bintang Warna Mandiri (BWM), PT Kamarga Kurnia dan PT Ichitex.

Dikunjungi sekitar pukul 09.15 WIB, PT Pangjaya Mulia, Jl. Mahar Martanegara, Kota Cimahi, jajaran Satgas langsung mengecek outlet instalasi pengolahan air limbah. Tampak ikan hidup di bak indikator dan kondisi limbah akhir berwarna bening.

Selanjutnya, satgas melaksanakan pengecekan ke tiga pabrik lainnya yang berada di Jl. Cibaligo, Cimahi.

Kondisi yang sama seperti sidak sebelumnya ke PT Pangjaya Mulia,  Satgas Citarum Subsektor 21-13 menemukan PT Kamarga Kurnia, PT BWM dan PT Ichitex, masih menjaga komitmennya dengan mengelola limbahnya dengan baik sesuai arahan satgas, yakni kondisi warna limbah akhir bening dan ikan hidup di bak indikator outlet.

"Kita harapkan semua pabrik yang berada di DAS Citarum untuk segera mungkin berbenah IPAL-nya, khususnya yang berada di Sektor 21 untuk percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan ekosistem di Sungai Citarum, sesuai Perpres No.15 tahun 2018," kata Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat melalui Dansubsektor 21-13 Mayor Inf Mamin Masturi.

"Saat ini kami sudah mendata 57 industri di Cimahi yang memiliki IPAL. Kami harap tak ada lagi yang kucing-kucingan buang limbah. Karena kondisi warga masyarakat yang kini juga sudah lebih partisipatif melaporkan temuannya kepada satgas, selain patroli yang dilakukan oleh anggota tanpa kenal waktu, bisa pagi hari, siang, sore, malam atau subuh," tegasnya. (Cuy/rls).
×
Berita Terbaru Update