Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Mukerprov PMI Jabar 2019, Kenaikan Anggaran dan Peningkatan Pelayanan

Jumat, 18 Januari 2019 | 12:05 WIB Last Updated 2019-01-18T05:05:46Z
Klik

FAKTABANDUNGRAYA.COM, BANDUNG - Anggaran tahun 2019 PMI Jawa Barat meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2018, kenaikan anggaran PMI Jawa Barat mencapai 200 persen, yaitu semula Rp 2,5 miliar naik menjadi hampir Rp 5,8 miliar. Hal tersebut diungkapkan Adang Rochjana seusai menghadiri Mukerprov PMI Jawa Barat, Kamis, (17/1/2018), di Gedung Serba Guna PMI Jawa Barat jala Ir.H.Juanda (Dago) Bandung.

“Namun sebenarnya PMI Jawa Barat membutuhkan anggaran lebih dari Rp 5,8 miliar setiap tahunnya, karena membicarakan PMI Jawa Barat, terdapat 28 unit kerja, 27 Kabupaten/Kota ditambah Markas PMI Provinsi Jawa Barat,” ungkap Adang Rochjana.

“Namun apabila PMI Jawa Barat mendapatka hibah dari Provinsi, dana tersebut bukan untuk Provinsi, tetapi hibah tersebut untuk membantu dan menyiapkan jajaran PMI Provinsi Jawa Barat,” imbuhnya.

Lebih lanjut Adang Rochjana mengungkapkan, sampai saat ini yang paling baik kinerjanya, dukungan anggaran paling besar, serta potensinya paling kuat adalah PMI Kota Bandung, “PMI Kota Bandung masih juara dibandingkan PMI di Kabupaten/Kota lain,” ungkapnya.

“Namun saya sedih, karena PMI Kabupaten Cirebon yang memiliki wilayah dan Kecamatan besar tidak mendapat hibah dari Pemkab Cirebon, dan ketika saya tanya kepada Ketua PMI Kabupaten Cirebon, pihaknya menjawab PMI Kabupaten Cirebon mendapat nol hibah, namun mudah-mudahan dengan adanya pejabat baru di Kabupaten Cirebon bisa cepat berubah,” tegas Adang Rochjana.

Mengenai strategi PMI Jawa Barat di tahun 2019, lanjut Adang, strategi pertama yang dilakukan PMI Jabar adalah membangun kepercayaan publik, “Maka langkah yang dilakukan PMI pertama kali adalah melaksanakan Early Detection, jadi kami melakukan deteksi dini untuk berbagai permasalahan sosial yang menjadi bidang tugas PMI,” ungkapnya.

“Kedua, Early Warning, yaitu memberitahukan dan memberi peringatan secara cepat, apakah itu memberikan informasi kepada Pemda, atau Markas PMI Pusat,” kata Adang Rochjana.

“Ketiga, adalah Early Actions, karena apabila masyarakat yang terkena bencana sudah dideteksi dan dilaporkan namun tidak ditindaklanjuti akan percuma, itulah tiga strategi PMI Jabar di tahun 2019,” ungkapnya.

“Untuk melakukan ketiga strategi tersebut, maka seluruh personel PMI harus siap, mau bekerja keras, cerdas, ikhlas, dan bekerja tuntas, “ tegas Adang Rochjana, “Selain itu, saat ini sudah banyak media yang dapat digunakan, apabila PMI masih memakai kurir, hal itu ketinggalan zaman,” ungkapnya.
×
Berita Terbaru Update