Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Dokter Asanah Ardita, Perjuangkan Pemerataan Pelayanan Kesehatan Bagi Warga Kabupaten Bandung

Rabu, 20 Februari 2019 | 22:52 WIB Last Updated 2019-02-21T01:53:00Z
Klik
PANGALENGAN - Calon Legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Jawa Barat Dapil Jabar 2 Kabupaten Bandung Nomor Urut 3 dari Partai Demokrat drg. Asanah Ardita, S.K.G., menya warga desa Sukamanah, Pangalengan, Kabupaten Bandung, Rabu (20/2/19).

Dalam kesempatan ini, dokter Asanah Ardita bertatap muka secara langsung dengan sekitar 500 warga Pangalengan untuk melakukan sosialisasi tata cara pencoblosan Pileg  dan kegiatan Pengobatan Gratis bertajuk, “Ayo Sehat” yang digelar oleh Komunitas Sahabat Prabowo Sandi (KOMPAS) Bandung di Rumah Joeang, Citere, Sukamanah, Pangalengan Kabupaten Bandung.

Saat ditemui para awak Media, Asanah Ardita yang biasa disapa “Bu Dokter “ oleh masyarakat Kabupaten Bandung mengatakan, dirinya berterima kasih kepada Partai Demokrat yang telah memberikan kesempatan kepada dirinya untuk mengabdi di Kabupaten Bandung.

“Insha Allah apabila saya dipercaya oleh masyarakat Kabupaten Bandung, saya akan lebih meningkatkan lagi sistem kesehatan di wilayah Kabupaten Bandung pada khususnya, dan wilayah Jabar 2 pada umumnya, saya juga akan memperjuangkan fasilitas kesehatan agar terus berjalan di wilayah Kabupaten Bandung,” ujarnya.

Saat ini, kata Asanah, kenyataannya dari 7 Dapil dengan 280 Desa dan 10.335 TPS, Rumah Sakit tidak semuanya ada di setiap Dapil, “Sistem kesehatan kita seperti Puskesmas bukannya tidak berjalan dengan baik, namun harus lebih ditingkatkan lagi dari segi kualitas, fasilitas, dan pelayanannya,” tegasnya.

Terkait masalah BPJS Kesehatan, Asanah Ardita menegaskan, masalah BPJS Kesehatan merupakan masalah yang sangat krusial, “Di zaman Presiden SBY, pertama kali munculnya istilah Jamkesmas, dan saat ini diubah menjadi BPJS Kesehatan,” ungkapnya, “Seperti diketahui dahulu Jamkesmas tidak berbayar, namun ketika diubah menjadi BPJS Kesehatan menjadi berbayar, maka saya ingin mengembalikan fungsinya seperti semula, agar BPJS Kesehatan fungsinya lebih maksimal di masyarakat menengah ke bawah,” tegasnya.

Asanah Ardita mengungkapkan, saat ini banyak masyarakat yang tidak bisa dilayani BPJS Kesehatan dikarenakan layanan BPJS Kesehatan tidak merata, “Ketika saya terpilih menjadi anggota Dewan, saya akan memperjuangkan agar layanan BPJS Kesehatan merata di masyarakat, khususnya untuk masyarakat Kabupaten Bandung,” tegasnya.

“Saya harap layanan BPJS Kesehatan lebih ditingkatkan lagi dari segi fasilitas, kualitas, dan pelayanan kesehatannya,” kata Asanah Ardita, “Namun saya akui perjuangan akan sangat berat, karena saya pernah berkunjung ke daerah-daerah pelosok di Kabupaten Bandung seperti daerah Cipelah, dan Buni Kasih yang tidak terjangkau fasilitas kesehatan, saya lihat warga di sana untuk mendapatkan layanan kesehatan harus turun ke bawah yang jaraknya sangat jauh, maka saya harap layanan kesehatan dan sistem kesehatan ke depannya merata hingga ke pelosok-pelosok, karena kasihan masyarakat di pelosok, apalagi Kabupaten Bandung ada di Pulau Jawa yang fasilitasnya seharusnya lebih memadai.” tegasnya.

“Saya juga berharap masyarakat lebih dilayani oleh sistem kesehatan yang ada saat ini, dan tidak lagi bertumpuk di lorong-lorong Rumah Sakit atau mendapat penolakan dengan alasan tidak ada kamar di Rumah Sakit karena penuh,” kata Asanah Ardita lirih.

“BPJS saya akui tidak berfungsi secara maksimal, karena kita ketahui bersama tunggakan atau hutang BPJS nilainya mencapi 19 triliun rupiah, dan kalau tidak salah baru dibayarkan sekitar 4 triliun rupiah,” ungkap Asanah Ardita.

“Maka mudah-mudahan BPJS Kesehatan bisa kembali lagi fungsinya ke masyarakat, dan bisa dipergunakan oleh masyarakat khususnya masyarakat menengah ke bawah, karena fasilitas BPJS Kesehatan sangat dibutuhkan,” tegasnya.

Dirinya berharap BPJS Kesehatan bisa kembali gratis bagi masyarakat menengah ke bawah, dan benar-benar layanan BPJS digunakan oleh masyarakat menengah ke bawah, “Saya berharap suara saya untuk memperjuangkan hal ini dapat didengar, karena masalah kesehatan harus dinomor satukan, jangan hanya masalah infrastruktur saja yang diprioritaskan,” pungkasnya. (Cuy/BGS). 
×
Berita Terbaru Update