Pertama Kali Kunjungi Sektor 21, Ketua Harian Satgas Citarum Cek IPAL Sansan Saudaratex Jaya


FAKTABANDUNGRAYA.COM, CIMAHI - Lakukan kunjungan pertama kali di Sektor 21, Ketua Harian Satgas Citarum Mayjen TNI (Purn) Dedi Kusnadi Thamim tinjau IPAL PT Sansan Saudaratex Jaya, di Jalan Cibaligo, Kota Cimahi, Rabu (24/4/19). Setibanya di lokasi pabrik, Mayjen (Purn) Dedi Kusnadi Thamim langsung menuju lokasi IPAL perusahaan dan didampingi  oleh Direktur PT Sansan Saudaratex Jaya Harry Danubrata, untuk melihat dan mengecek sudah sejauh mana progres yang dilakukan perusahaan dalam menangani pengolahan limbah cair pabrik.

Setelah melihat dan mengecek secara langsung pengelolaan limbah pabrik yang tengah dalam masa progres pengembangan infrastruktur IPAL, Dedi Kusnadi Thamim menyampaikan bahwa ini adalah kunjungan kedua setelah kunjungan sidak ke IPAL Komunal yang ada di Dayeuhkolot, wilayah Sektor 7. "Setelah saya lihat langsung ke lokasi IPAL, ini melebihi dari apa yang saya bayangkan, ternyata disini sudah ada bak bak besar pengolahan limbah, dan limbah diolah melalui lima tahap proses pengolahan, dan ada ikan yang hidup," ujarnya.


Namun, ada catatan yang diberikan oleh Ketua Harian, "sebaiknya karyawan saat bekerja menggunakan masker untuk menjaga agar tidak terpapar polusi udara," ungkapnya.

Dedi mengungkapkan, keberhasilan Program Citarum Harum tidak akan tercapai jika tidak ada kebersamaan dari setiap unsur (stakeholder) untuk bersama sama merubah perilaku dalam menjaga lingkungan. "Keberhasilan citarum ini ada 5 komponen yang disebut pentahelix, akademisi orang orang ahli dengan disiplin ilmunya, pebisnis yang punya perusahaan, komunitas atau masyarakat, government atau pemerintah, dan media," ujarnya.

"Keberadaan Saya kesini sebagai tangan kanan gubernur, saya akan menyampaikan berita kepada gubernur bahwa di Cimahi ada perusahaan yang sudah masuk ke kategori memenuhi standar baku mutu air (limbah) yang dikeluarkan, kan standar yang dibuat itu baku mutu  kelas dua, bagus bagus kelas satu," ungkapnya.

Dedi juga mengingatkan kepada Satgas Citarum untuk terus mengawasi industri industri yang ada di wilayah kerja satgas. "Kalau memang ada industri yang kedapatan buang limbah kotor oleh satgas saat hujan, langsung kabari saya, saya ingin membuktikan apakah benar benar ada yang seperti itu," tuturnya.

Sementara Hari Danubrata menyampaikan bahwa pihaknya sangat terbuka dengan kedatangan baik sidak maupun kunjungan dari satgas, "Kami berterimakasih atas kunjungan (sidak) yang dilakukan oleh ketua harian satgas, dari ribuan pabrik memilih kami itu kan sesuatu. Walaupun saat kunjungan, kami sedang ada sedikit trouble. Sebenarnya infrastruktur yang kami bangun sudah beres 85 persen, secara fungsional baru 50 persen, karena kami menggunakan sistem biologi jadinya perlu waktu untuk meningkatkan kapasitas sekitar setiap satu minggu naik 10 persen," terangnya.

"Sejak akhir tahun 2018, kami sudah berkomitmen untuk melakukan pengolahan IPAL yang baik dan benar, dan kami buktikan secara infrastruktur walaupun hasilnya belum sempurna," tambahnya.

Dan, lanjut Hari, usaha yang kami lakukan sekarang sudah tahap finishing, "tangki Unaerob salahsatu yang penting belum digunakan, target kami akhir bulan depan bisa digunakan, dan target besar nya adalah setelah lebaran bisa me-reuse air hasil pengolahan limbah," ujarnya.

Dirinya juga berharap kepada pemerintah bahwa "Harapan kami ada keadilan dalam standar aturan yang disamakan, dengan semua kategori, akan kami ikuti. Karena pengolahan limbah itu membutuhkan biaya yang tidak kecil, jadi yang saya takutkan adalah perusahaan yang mengolah limbah yang baik dan benar malah tidak bisa bersaing di dalam market (pasar)," ungkapnya. (Cuy)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.