Konser Pianis Simon Ghraichy di Four Point Sheraton Bandung, Didonasikan Untuk Yayasan Wyata Guna

FAKTABANDUNGRAYA.COM, BANDUNG - Institut Prancis di Indonesia (IFI) bekerja sama dengan FOUR POINTS by Sheraton Bandung sukses menggelar konser musik pianis Simon Ghraichy pada hari Minggu, 12 Mei 2019 di FOUR POINTS by Sheraton Bandung. Sebagian hasil dari tiket yang terjual akan didonasikan kepada panti sosial Bina Netra Wyata Guna Bandung. Hal itu dikatakan oleh General Manager Four Point by Sheraton Bandung Franklyn Kocek sesaat sebelum konser dimulai.

"Acara ini digelar juga merupakan program CSR dari kami, sekitar 20 persen dari hasil penjualan didonasikan ke yayasan wyata guna. Dan dari dana yang disumbangkan tidak untuk semua anak, tapi hanya diberikan untuk anak anak yang memiliki skill di piano, kita bantu untuk pengembangan bakatnya," ujar Franklyn.


Dalam konser yang berlangsung sekitar satu jam, Pianis Prancis keturunan Meksiko dan Libanon tersebut membawakan komposisi Ernesto Lecuona (4 Afro-Cuban Dances), Isaac Albeniz (Asturias), Robert Schumann (Estudes in Variation Form on aTheme Based on the Symphony No.7 Op.92 by Ludwig van Beethoven, Humoreske op. 20-II, Hastig-Die innere stimme), Chilly Gonzales (Robert on the Bridge), Charles-Valentin Alkan (Chanson de la folle au bord de la mer), Ariel Ramirez (Alfonsina y El mar), dan Franz Liszt (Hungarian Fantasy).

Selain Kota Bandung, Simon juga tampil di beberapa kota di Indonesia, diantaranya di Padma Hotel Ubud Bali (8 Mei), Surabaya (9 Mei), IFI Yogyakarta (11 Mei), Sheraton Gandaria  Jakarta (14 Mei) dan Wesley Methodist Church Medan (16 Mei).

Simon Ghraichy, Musisi klasik gaya anak muda, karir Simon Ghraicy mencuat pada tahun 2010 ketika mendapat publikasi kritikus musik Wall Street Journal Robert Hugues yang mengapresiasi interpretasinya pada Don Juan karya Franz Liszt.

Berguru dari pianis kenamaan Michel Beroff dan Daria Hovora di National Conservatory of Music of Paris serta Tuija Hakkila di Sibelius Academy Helsinki, Simon Ghraichy mampu memikat penonton baru generasi muda berkat karisma dan kepribadiannya yang luwes. Tempat-tempat bergengsi seperti Teater Champs-Elysees, Carnegie Hall dan Berlin Philharmonie mencatat penurunan rata-rata usia penonton mereka selama konser terbarunya.

Selain tempat-tempat tersebut, Ghraichy juga telah menggelar konser solo diiringi orkestra dan musik kamar di aula bergengsi dunia seperti Kennedy Center di Washington DC, Opera Istana Versailles, Gran Teatro Nacional Peru, Teatro Bogota serta di berbagai aula teater di Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, Norwegia, Australia, Meksiko, Kuba, Brasil dan Mesir. Ia juga bermain di berbagai festival musik dunia seperti Bard Music Festival di New York, Festival International de Baalbeck di Libanon, Festival Aix-en-Provence dan Festival Chaise-Dieu bersama Orkestra Philharmonic Liège.

Pada 2016, Simon Ghraichy menandatangi kontrak eksklusif dengan label Deutsche Grammophon yang bergengsi. Setahun kemudian ia merilis album di Teater Champs-Elysees yang mendapat kritik dan pujian luas dari kalangan musik dan pers. Diskografinya mencakup antara lain B Minor Sonata karya Liszt, Kreisleriana karya Schumann dan album pertama yang didedikasikan untuk paraphrase dan transkripsi karya-karya Franz Liszt. (Cuy).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.