Viral Struk Pembayaran Menyinggung Etnis Tertentu, Manajemen Ponyo Berikan Klarifikasi

BANDUNG, faktabandungraya.com,--- Manajemen Rumah Makan Ponyo menyesalkan dan meminta maaf sebesar besarnya, khususnya kepada konsumen berinisial A dan masyarakat secara umum atas ketidaknyamanan atas foto struk yang terlanjur viral di kanal digital (media sosial) yang disinyalir menyinggung secara etnis (SARA). Hal itu diungkapkan M. Rijal Asyari selaku Manajer operasional RM Ponyo saat memberikan klarifikasi kepada para awak media di Jalan Malabar, Bandung, Senin (19/8/19).

Dirinya juga menegaskan bahwa kejadian ini tidak berkaitan dengan sistem komputerisasi pembayaran, "itu ditulis secara manual, bukan template struk (bawaan), ketika ada taking order secara manual kan nama itu (pelanggan) ditulis sebagai pemesan," ujarnya.

"Nah yang jadi masalah, pertama saudari P ini tidak bertanya nama itu, dan kemudian setelah kita mintai klarifikasi kepada yang bersangkutan, dia sendiri menjawab tidak tahu mengapa, tapi seharusnya dirinya sudah paham, akhirnya karena yang bersangkutan adalah perempuan merasa kaget, menangis dan dirinya bertanggunggung jawab kepada rekan yang lain dan kepada manajemen, dan secara sadar mengundurkan diri," jelasnya.

Sebenarnya pihak manajemen sudah bertemu secara langsung kepada ibu 'A' (konsumen bersangkutan), dan pada saat itu juga pihak manajemen telah meminta maaf atas perbuatan kasir yang dianggap menyinggung konsumen.

“Dari pihak manajemen sebenarnya tidak ada unsur kesengajaan, kejadian ini berawal saat transaksi jam 17.30, kemudian beliau (pelanggan) pulang. Sekitar pukul 8 malam, datang lagi dan bertemu manajemen Ponyo, pada saat itu permasalahan sebenarnya sudah clear, selesai,” tambahnya.

Namun, entah siapa yang memulai, struk pembayaran itu tersebar dan viral.

“Selama 47 tahun kita berdiri, baru terjadi saat ini. Pelanggan kita bervariasi, kita tidak pernah membeda-bedakan pelanggan, darimana dan siapapun kita layani dengan baik. Kita sendiri juga sangat kaget dengan kejadian ini,” ucapnya.

"Ini suatu pembelajaran bagi kita semua, semoga kedepan bisa lebih baik lagi," tandasnya.  (Cuy)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.