Jelang HUT TNI ke 74, Kodam III/Slw Gelar Festival Karya Seni Limbah Sampah

BANDUNG, Faktabandungraya.com,-- Menjelang peringatan HUT TNI ke-74 yang diperingati setiap tanggal 5 Oktober, Kodam III/Siliwangi menggelar festival Karya limbah sampah bertempat di Aula Manunggal Denmadam III/Siliwangi Jalan Aceh Bandung, Kamis (12/9-2019).

Kegiatan Festival dengan menampilkan karya seni hasil pengelolaan sampah non organik menjadi karya seni yang memiliki nilai jual menampilkan sebanyak 1.136 jenis yang merupakan hasil karya dari Pelajar/Mahasiswa 95, pencinta lingkungan 520, masyarakat umum 450 dan karya penyandang disabilitas 71.

Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono pada sambutannya yang disampaikan Waaster Kasdam III/Siliwangi Letkol Kav Mujahidun mengatakan, ” Pameran Karya sampah berbahan limbah non-organik ini merupakan salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT TNI ke-74 tahun 2019.

Adapun tujuan Festival Sampah ini, untuk memberikan ruang kreasi bagi para pelaku kreatif untuk menunjukkan eksistensi dan prestasi di even berskala nasional dan internasional sehingga terwujudnya kemanunggalan TNI dengan Rakyat “, ujarnya.

Dikatakan, kegiatan festival ini diikuti oleh masyarakat umum, pelajar dan mahasiswa, disabilitas serta serta penggiat lingkungan di Provinsi Jawa Barat dan Banten, yang akan memilih tiga karya hasil terbaik diwilayah Kodim dijajaran Kodam III/Siliwangi dengan 4 katagori yaitu umum, pelajar/mahasiswa, disabilitas dan penggiat lingkungan yang akan dipamerkan pada acara bakti sosia dan karya bakti pada HUT TNI ke-74 pada tanggal 21 mendatang.

Pangdam juga menyampaikan, ” Sampah rumah tangga telah menjadi momok menakutkan bagi lingkungan kita saat ini, baik dalam hal jumlah maupun proses pengolahannya. Rata-rata dalam satu hari sampah rumah tangga menghasilkan 1.500 ton sampah atau setara dengan luas lapangan sepak bola.

Lebih lanjut Pangdam mengatakan, ” Pemerintah telah mengupayakan untuk mengurangi produksi sampah, salah satunya dengan meluncurkan program kurangi sampah makanan, pilah sampah dan manfaatkan sampah menjadi nilai jual.

Untuk itu, melalui kegiatan Festival Karya Limbah Sampah, kita berharap dapat meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memperlakukan sampah sehingga tidak menjadi masalah lingkungan tetapi menjadi barang yang bernilai “, harapnya.

Masih ditempat yang sama, Pangdam memaparkan, ” melalui Festival Limbah Sampah ini akan memunculkan individu-individu yang kompeten, inovatif sekaligus inspiratif baik dalam membangun dan menggerakkan masyarakat disekitar maupun didalam bidang pengelolaan sampah menjadi barang yang bernilai tinggi “, katanya.

” Menjadi yang terbaik merupakan harapan bagi peserta, namun yang menjadi ukuran tentu saja tidak semata untuk itu. Yang terpenting adalah keikutsertaan menjadi peserta merupakan wujud nyata dari kepedulian peserta terhadap pemanfaatan barang bekas menjadi hal yang bernilai ekonomi sehingga pada akhirnya dapat membantu menambah perekonomian keluarga serta memotivasi masyarakat dalam memberlakukan barang bekas atau sampah, ” pungkasnya. (pendam/sein).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.